MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Asing Balik ke SBN, Purbaya: Jual Dolar Sekarang

Ekonomi

Asing Balik ke SBN, Purbaya: Jual Dolar Sekarang

Intervensi pemerintah di pasar obligasi sekunder mulai membuahkan hasil. Investor asing tercatat kembali masuk ke SBN, sementara Menkeu Purbaya terang-terangan menyarankan pelaku pasar melepas dolar.

Purbaya: Asing Masuk Kembali ke SBN Usai Intervensi Bond Market - Market

Intervensi pemerintah di pasar obligasi rupanya tidak sia-sia. Investor asing yang sempat hengkang akibat tekanan rupiah dan volatilitas global kini mulai kembali masuk ke pasar Surat Berharga Negara.

Pada Selasa (19/5/2026) malam, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan dalam konferensi pers APBN Kita bahwa aliran dana asing ke pasar sekunder SBN tercatat Rp500 miliar. Pasar primer? Jauh lebih besar: Rp1,68 triliun. Bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.

"Hari ini asing masuk Rp500 miliar di pasar sekunder, dan Rp1,68 triliun di pasar primer. Karena mereka tahu harganya akan stabil," kata Purbaya. Pemerintah, lanjutnya, memang sengaja turun langsung ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas harga SBN sekaligus meredam lonjakan yield yang sempat memicu capital outflow. "Kita masuk untuk menstabilkan harga, sehingga asing juga masuk," ujarnya.

Logikanya sederhana, dan agaknya cukup manjur. Begitu investor tahu harga SBN bakal dijaga, kalkulasi risiko mereka berubah. Bak gayung bersambut: pemerintah masuk, asing ikut.

Yang lebih mengejutkan justru pernyataannya soal dolar. Sebagian pelaku pasar masih gemar menimbun greenback sebagai lindung nilai, tapi Purbaya terang-terangan menyarankan sebaliknya: kalau masih pegang dolar sekarang, lebih baik dijual saja. Cukup berani untuk seorang bendahara negara. Bisa jadi sinyal bahwa pemerintah percaya diri dengan arah nilai tukar rupiah, entah kebetulan atau tidak.

Yield SBN tenor panjang sempat merangkak naik seiring gejolak pasar global, memunculkan kekhawatiran soal keberlanjutan aliran modal ke aset domestik. Intervensi di pasar obligasi sekunder adalah respons klasik, tapi efektivitasnya sangat bergantung pada satu hal: seberapa kuat pasar mempercayai komitmen pemerintah.

Sejauh ini, sinyalnya positif. Inflow yang kembali, meski belum deras, menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset keuangan Indonesia belum sepenuhnya luruh. Pertanyaannya, cukupkah ini untuk membalikkan tren outflow yang sempat terjadi? Jawabannya baru akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan, kalau data ini bisa dipercaya sebagai tren dan bukan sekadar blip sesaat.