JUMAT, 2 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  DOOH Akuisisi INET Rp2 T, LRT City Dibangunkan, TL...

Bisnis

DOOH Akuisisi INET Rp2 T, LRT City Dibangunkan, TLKM Pangkas Anak Usaha

Serangkaian aksi korporasi besar mewarnai pasar modal Indonesia di awal Oktober 2026, dari rencana akuisisi strategis DOOH atas INET hingga keputusan Danantara menghidupkan kembali proyek Apartemen LRT City yang sempat mandek.

Babak Baru Polemik Apartemen LRT City

Awal Oktober 2026 langsung panas. Era Media Sejahtera (DOOH) menjadi yang paling ramai diperbincangkan setelah mengumumkan rencana akuisisi 29,88% saham PT Sinergi Inti Andalan Prima (INET) senilai sekitar Rp2 triliun, dengan harga Rp300 per saham, melalui anak usahanya PT Cakrawala Nexus Investama.

Transaksi ini bukan sekadar beli saham biasa. Akuisisi INET masuk dalam peta besar transformasi DOOH menjadi pemain ekosistem infrastruktur AI, mencakup data center, high speed internet, fiber optic, kabel laut, hingga PLTS. PT Sinergi Internasional Investama selaku pengendali menyiapkan shareholder loan hingga Rp5 triliun, bunga 7,5% per tahun, jangka waktu 10 tahun, dengan sebagian pokok bisa dikonversi menjadi ekuitas.

Angka yang perlu digarisbawahi investor: DOOH berencana rights issue hingga sekitar 154,8 miliar saham baru, potensi dilusi 95,24%. Masif. Seluruh rencana ini dibawa ke RUPSLB pada 9 November 2026, bersamaan dengan penawaran tender wajib atas 33,91% saham publik DOOH di harga Rp148 per saham.

Dari sisi valuasi, harga akuisisi INET di Rp300 per saham setara sekitar 98 kali P/E annualized berdasarkan kinerja semester I 2026. Tinggi di atas kertas, meski hanya selisih 14% dari harga pasar INET saat transaksi diumumkan, premium yang agaknya masih bisa diterima untuk akuisisi kepemilikan signifikan. Dua hal yang belum terjawab: berapa harga pelaksanaan rights issue dan berapa harga konversi shareholder loan menjadi saham. Keduanya yang akan menentukan nasib pemegang saham minoritas.

Hashim Djojohadikusumo mundur dari kursi Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) setelah hanya tiga bulan menjabat. Saham WIFI langsung dihajar turun 9,60% setelah keterbukaan informasi itu beredar. Manajemen WIFI buru-buru menegaskan pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perseroan, tapi pasar sudah terlanjur bereaksi.

Dari lini BUMN, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus menggeber program perampingan anak usaha. Dari 68 entitas, targetnya tersisa hanya 18. Per akhir kuartal III-2026, sudah 24 entitas berhasil ditutup, hampir 50% dari total yang harus diselesaikan. Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menargetkan 19 anak usaha lagi beres di kuartal IV ini. Tujuh entitas lain kemungkinan baru bisa diselesaikan pada 2027 karena melibatkan proses divestasi yang butuh waktu lebih panjang. "Divestasi ini kami lakukan untuk memastikan optimisasi dari value sebelum entitas tersebut di-streamline," kata Nanang. Agenda ini sejalan dengan tekanan Danantara yang mendorong efisiensi holding.

Bicara Danantara, lembaga ini tampil sebagai penyelamat proyek Apartemen LRT City yang nyaris mangkrak. COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan 1 Oktober 2026 adalah batas waktu keras untuk mulai ada progres pembangunan. "Itu janji Danantara kepada masyarakat yang harus kita deliver," tegasnya. Fasad dan area komersial proyek akan dirombak total, dengan arsitek baru yang sudah disiapkan. Dana Rp456 miliar dari Danantara disebut sudah dialokasikan untuk proyek yang paling banyak dikeluhkan, yakni Tebet, Ciracas, Cibubur, dan Oase Park. Soal refund bagi konsumen yang ingin keluar? Dony bilang akan dibereskan, termasuk menghitung komponen bunga dari skema KPA yang melibatkan perbankan.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membukukan kinerja yang cukup menggembirakan di semester I 2026, meski harga avtur global mencekik industri penerbangan. Pendapatan Garuda tumbuh 16% menjadi USD1,80 miliar, rugi bersih menyusut 23,2% menjadi USD113 juta. Trennya bergerak ke arah yang benar, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya. Beban avtur memang melonjak 43,6% menjadi USD677,6 juta akibat konflik Timur Tengah yang mengguncang pasokan energi global, namun Garuda berhasil mengimbanginya lewat pertumbuhan pendapatan dari segmen haji, MRO, dan penerbangan tidak berjadwal. Pengamat penerbangan Alvin Lie mengingatkan bahwa Agustus hingga November 2026 adalah periode kritis: tekanan avtur, pelemahan rupiah, dan low season datang bersamaan.

Neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 mencatat surplus USD3,55 miliar, jauh membaik dari surplus tipis USD0,12 miliar pada Juli. Bank Indonesia menyebut angka ini positif untuk ketahanan eksternal. Ekspor nonmigas terkerek oleh nikel, minyak nabati, dan logam mulia. Surplus kumulatif Januari-Agustus 2026 tercatat USD7,25 miliar, cukup solid sebagai bantalan ketika rupiah tertekan dan arus keluar dana asing masih deras.

Tentang arus asing, investor asing mencatat net sell Rp1,17 triliun hanya dalam sesi pertama perdagangan, dengan GOTO menjadi saham yang paling banyak dilepas. Sepanjang tiga kuartal pertama 2026, asing disebut telah net sell hingga Rp105 triliun dari pasar saham Indonesia. MSCI bahkan diproyeksikan melanjutkan freeze terhadap saham Indonesia pada review November mendatang. IHSG kini terus diuji di sekitar level psikologis 6.000. Entah kebetulan atau tidak.

Harga emas Antam melanjutkan pelemahan, turun Rp5.000 per gram menjadi Rp2.576.000 per gram pada Jumat (2/10). Dalam sebulan terakhir, emas Antam bergerak di rentang Rp2.576.000 hingga Rp2.670.000 per gram, mencerminkan volatilitas yang masih tinggi setelah koreksi lebih dari 6% sepanjang September 2026.