KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Prajogo Lepas Rp1 Triliun Saham CUAN Saat Emiten G...

Finansial

Prajogo Lepas Rp1 Triliun Saham CUAN Saat Emiten Grupnya Dihajar MSCI

Di hari yang sama saham-saham grupnya dihajar tekanan pasca MSCI rebalancing, Prajogo Pangestu melepas 1 miliar lembar saham CUAN senilai Rp1,03 triliun untuk menambah free float.

Menyelamatkan Saham Emiten Prajogo Pangestu

Timing-nya agaknya bukan kebetulan. Tepat di hari saham-saham milik Prajogo Pangestu rontok dipukul keluarnya tiga emiten grupnya dari indeks MSCI Global Standard, konglomerat tersebut melepas 1 miliar lembar saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai sekitar Rp1,03 triliun, atau Rp1.035 per lembar. Transaksi ini dilakukan pada 11 Mei 2026, berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada OJK dan BEI tertanggal 13 Mei 2026.

Alasan resmi yang tercantum singkat saja: menambah free float. Kalimat sederhana, tapi konteksnya jauh lebih besar dari sekadar soal porsi saham publik.

Pada dini hari Rabu (13/5/2026) waktu Indonesia, MSCI mengumumkan rebalancing indeks yang mencoret BREN, TPIA, dan CUAN, plus tiga nama lain yakni AMMN, DSSA, dan AMRT, dari daftar konstituen MSCI Global Standard. Pasar merespons keras. TPIA ambles 14,85% hanya dalam satu sesi, BREN terkoreksi 11,36%, dan CUAN melemah 10,05%. Saham lain di lingkaran grup turut terseret: BRPT minus 8,77%, PTRO terpangkas 6,51%, CDIA melemah 4,72%. Kombinasi tekanan ini cukup untuk mendorong IHSG turun 1,98% ke level 6.723, posisi terendah sejak Juni 2025, dengan TPIA, BREN, BRPT, dan CUAN masuk dalam 10 besar kontributor penurunan indeks.

Penjualan saham CUAN oleh Prajogo di tengah gempuran itu bisa dibaca dua arah. Satu sisi, ini langkah responsif. Salah satu kritik MSCI terhadap saham-saham Prajogo selama ini memang soal free float yang terlalu tipis. Menambah porsi publik adalah syarat penting untuk bisa kembali masuk radar indeks global. Muhammad Wafi, Head of Research KISI Sekuritas, mengidentifikasi ini sebagai salah satu strategi yang mungkin ditempuh grup: memperbesar likuiditas sekaligus memperkuat komunikasi ke investor institusi global.

Wafi menilai tekanan jangka pendek masih mungkin berlanjut sampai proses rebalancing tuntas. "Tapi untuk jangka lebih panjang, arahnya akan ditentukan fundamental, likuiditas, dan kemampuan emiten jaga pertumbuhan bisnis," katanya kepada Investor Daily, Rabu (13/5/2026).

Setelah transaksi, kepemilikan Prajogo di CUAN menyusut dari 81,2614% menjadi 80,3718%, berkurang sekitar 0,89 persen. Bukan angka besar. Tapi cukup bermakna sebagai sinyal bahwa pengendalian tetap utuh sambil porsi publik sedikit diperluas.

Nama besar Prajogo, kata Wafi, masih kuat sebagai sentiment driver, terutama karena track record dalam membangun bisnis energi, petrokimia, dan energi baru terbarukan. "Tetapi efektivitasnya untuk mengangkat saham saat ini tidak sebesar dulu. Karena market mulai lebih fokus ke valuasi dan sustainability earnings. Jadi, premium valuation ke depan kemungkinan lebih terbatas dibandingkan fase euforia sebelumnya," ujarnya.

Pertanyaannya, berapa lama narasi free float ini cukup untuk menahan tekanan? Passive funds tidak membeli cerita. Mereka membeli konstituen indeks, dan satu langkah senilai Rp1 triliun baru permulaan dari perjalanan panjang memulihkan kepercayaan investor global yang baru saja keluar massal lewat passive outflow.