RABU, 30 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  BMRI Salurkan KUR Rp29,53 Triliun, NPL Tetap di Ba...

Finansial

BMRI Salurkan KUR Rp29,53 Triliun, NPL Tetap di Bawah 1%

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan realisasi penyaluran KUR Rp29,53 triliun hingga akhir Agustus 2026, setara 72% dari target tahunan Rp41 triliun, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar.

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 29,53 Triliun hingga Agustus 2026

Rp29,53 triliun. Itulah yang sudah dikucurkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) lewat program Kredit Usaha Rakyat per 31 Agustus 2026, setara 72,03 persen dari target tahunan Rp41 triliun.

Pembiayaan itu menjangkau 223.284 debitur UMKM di seluruh Indonesia. Kualitas portofolionya terjaga, dengan NPL di bawah 1 persen. Bukan prestasi kecil, mengingat segmen mikro secara historis paling rentan dihajar tekanan ekonomi.

Dari total penyaluran, 64,48 persen atau Rp19,04 triliun mengalir ke sektor produksi. Sektor nonproduksi menyerap Rp10,48 triliun. Pertanian memimpin dengan serapan Rp9,84 triliun atau 33,32 persen dari total, diikuti jasa produksi Rp6,47 triliun dan industri pengolahan Rp2,28 triliun. Sektor perikanan, meski angkanya masih Rp424 miliar, mencatat tren yang terus tumbuh.

Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan menekankan bahwa model penyaluran KUR perseroan dirancang dengan pendekatan ekosistem. "Bank Mandiri melihat bahwa pertumbuhan pelaku usaha tidak berdiri sendiri. Ketika petani dapat meningkatkan produktivitas, maka terdapat peluang bagi sektor perdagangan, jasa, pengolahan, hingga distribusi untuk ikut berkembang," kata Bayu dalam keterangan resminya.

Pendekatan itu agaknya juga tercermin dalam strategi akuisisi debitur baru. Dari target 220.000 debitur baru sepanjang 2026, sebanyak 157.839 sudah terealisasi hingga Agustus, atau 71,75 persen. Angka itu setara sekitar 71 persen dari total debitur aktif BMRI di program KUR tahun ini. Artinya, sebagian besar pertumbuhan portofolio memang datang dari pelaku usaha yang sebelumnya belum punya akses pembiayaan formal. Cukup untuk bikin analis manggut-manggut.

Sejak pertama kali menyalurkan KUR pada 2008 hingga akhir Agustus 2026, BMRI telah mengucurkan total Rp332,77 triliun kepada 3,81 juta debitur. Hampir dua dekade penetrasi ke segmen usaha kecil, dan angka kumulatif itu bak cermin betapa dalamnya jejak perseroan di segmen ini.

Dengan empat bulan tersisa di 2026, BMRI masih perlu menyalurkan sekitar Rp11,47 triliun lagi. Pace saat ini sekitar Rp3,7 triliun per bulan. Matematis, target masih terjangkau. Pertanyaannya, bisakah akselerasi di kuartal akhir tahun tidak mengorbankan disiplin manajemen risiko yang selama ini membuat NPL tetap di bawah satu persen?