JUMAT, 9 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Setahun di Bawah Danantara, BUMN Membaik atau Seka...

Ekonomi

Setahun di Bawah Danantara, BUMN Membaik atau Sekadar Klaim?

Danantara memajang 11 nama BUMN dalam siaran pers dengan narasi pertumbuhan. Analis melihat gambaran yang lebih nuansed: ada perbaikan, tapi belum cukup solid untuk disebut turnaround.

Seperti Apa Kinerja BUMN Setahun di Bawah Danantara | tempo.co

Sebelas nama badan usaha milik negara sepanjang April 2025 hingga April 2026 dipajang dalam siaran pers Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara yang dirilis Kamis pekan lalu. Pesannya jelas: BUMN tumbuh di bawah naungan mereka.

Tapi pasar tidak selalu membaca siaran pers.

Analis melihat kondisi yang jauh lebih beragam. Ada emiten BUMN yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, namun sebagian besar disebut belum mencapai titik turnaround yang sesungguhnya. Prospek membaik, begitu kira-kira bunyinya, tapi belum sepenuhnya solid.

Gap antara narasi korporasi dan penilaian pasar memang bukan hal baru. Yang menarik justru konteksnya: Danantara lahir membawa ekspektasi besar sekaligus skeptisisme yang tak kalah besar. Sejak awal, lembaga ini menanggung beban pembuktian yang berat, mengingat portofolionya mencakup nama-nama BUMN yang sebagian sudah lama bergumul dengan efisiensi dan tata kelola.

Setahun berjalan, hasilnya belum cukup merata untuk membuat semua pihak kompak berdecak kagum. Beberapa emiten memang membukukan perbaikan, baik dari sisi pendapatan maupun efisiensi operasional. Ada juga yang performanya masih tertahan oleh beban struktural yang tidak bisa dibereskan hanya dengan perubahan holding atau restrukturisasi kepemilikan. Dua hal itu susah dipisahkan kalau cuma baca siaran pers.

Pelaku pasar yang sudah lama mengamati emiten-emiten plat merah paham betul bahwa turnaround BUMN bukan soal satu atau dua kuartal. Ini soal perubahan budaya, kualitas manajemen, dan seberapa jauh intervensi politik bisa dikurangi dari keputusan bisnis sehari-hari. Dua belas bulan, kalau angka-angka ini bisa dijadikan patokan, belum cukup untuk mengubah apapun yang sifatnya struktural. Belum.

Yang bisa dicatat dari tahun pertama Danantara adalah momentum, bukan hasil final. Ada sinyal yang layak diperhatikan investor, terutama di emiten-emiten yang dari awal punya fondasi bisnis lebih kuat dan exposure ke sektor yang sedang dalam siklus naik. Untuk yang lain, klaim pertumbuhan dalam siaran pers masih butuh verifikasi dari laporan keuangan yang sesungguhnya.

Satu pertanyaan menggantung: dari 11 nama yang dipajang Danantara, berapa yang pertumbuhannya memang dipicu oleh perubahan struktural di bawah naungan mereka, dan berapa yang sekadar ikut-ikutan siklus sektoral yang kebetulan sedang bagus? Jawabannya, entah disengaja atau tidak, tidak ada dalam siaran pers itu.