JUMAT, 9 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Koreksi Data Pendapatan OpenAI Hajar Saham-Saham A...

Finansial

Koreksi Data Pendapatan OpenAI Hajar Saham-Saham AI

Revisi angka pendapatan tahunan OpenAI dari US$68 miliar menjadi US$50 miliar memicu gelombang jual di saham-saham teknologi AI, dari Nvidia hingga Oracle, pada perdagangan Kamis kemarin.

Investor Panik, Tanda Akhir Era AI Sudah Makin Dekat

Angka US$68 miliar itu ternyata bukan milik OpenAI sepenuhnya. Koreksi inilah yang memukul pasar pada Kamis (8/10/2026), ketika saham-saham perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan kompak amblas dalam satu sesi.

Sebelumnya beredar laporan bahwa pendapatan tahunan OpenAI telah menyentuh US$68 miliar, atau sekitar Rp1.217 triliun. Angka itu belakangan diklarifikasi sebagai pendapatan kotor dari mitra OpenAI, bukan pendapatan langsung perusahaan. Pendapatan aktual OpenAI di akhir September lalu tercatat sekitar US$50 miliar, atau Rp895 triliun. Selisih Rp322 triliun. Bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.

Implikasinya langsung terasa. Nvidia tergerus 3%, Oracle anjlok hampir 6%, CoreWeave yang belum lama melantai di bursa merosot hampir 8%. Advanced Micro Devices dan Broadcom masing-masing kehilangan 4%, Intel ikut terkoreksi, dan Super Micro Computer ambles hampir 5%. Kontraksi sektoral dalam satu hari. Cukup untuk bikin investor mempertanyakan kembali seberapa kuat fondasi valuasi AI selama ini.

Futures indeks Amerika Serikat sempat tertahan setelah tekanan di Nasdaq, meski belum menunjukkan kepanikan skala penuh di sesi berikutnya. Pasar agaknya masih menimbang: ini koreksi teknikal, atau sinyal yang lebih dalam soal profitabilitas ekosistem AI?

Dalam presentasi kepada investor, OpenAI sendiri sebetulnya menyertakan angka-angka yang tidak buruk. Total pendapatan tumbuh 77% secara kuartalan di kuartal ketiga, segmen bisnis enterprise mencatat pertumbuhan 107%. Angka yang, jujur saja, masih terbilang impresif untuk perusahaan yang belum IPO. Tapi pasar kadang lebih sensitif terhadap ekspektasi yang meleset ketimbang kinerja aktual.

Nama Anthropic justru muncul ke permukaan di tengah keriuhan ini. Rival utama OpenAI itu dikabarkan tengah menjajaki IPO besar-besaran dengan target valuasi US$2 triliun, setara Rp35.700 triliun. Kabarnya mereka sudah bertemu dengan calon investor, meski belum ada konfirmasi resmi dari perusahaan.

New Constructs, penyedia riset keuangan independen, terang-terangan menyebut target valuasi Anthropic itu tidak masuk akal untuk tahun ini. Nilai perusahaan saat ini baru berada di kisaran US$150 miliar atau Rp2.600 triliun. Lompatan lebih dari sepuluh kali lipat untuk satu IPO bukan hal yang jamak, bahkan di sektor yang sedang digerojok optimisme seperti AI.

Apakah koreksi kemarin sekadar profit-taking sesaat? Atau ini sinyal bahwa pasar mulai berhitung lebih serius soal jarak antara narasi dan angka nyata di industri AI?