SABTU, 26 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Market  ›  VN-Index Incar 2.000 Poin: Modal Masih Menonton da...

Market

VN-Index Incar 2.000 Poin: Modal Masih Menonton dari Pinggir

Para analis Vietnam menilai tren jangka pendek masih mendukung, dengan VN-Index berpotensi menembus level psikologis 2.000 poin jika arus modal yang kini parkir di luar pasar akhirnya balik masuk.

Pasar saham minggu ini: Arus modal menunggu terobosan, akankah VN-Index melampaui 2.000 poin?

Satu angka yang membuat pelaku pasar Vietnam terus melirik layar: 2.000 poin.

VN-Index pekan ini kian mendekati zona resistensi kritis, dan pertanyaannya bukan lagi apakah indeks bisa naik, tapi seberapa kuat modal yang selama ini nongkrong di luar pasar untuk akhirnya masuk. Jawaban atas pertanyaan itu, agaknya, masih bergantung pada satu-dua konfirmasi teknikal yang belum tuntas.

Nguyen Tuan Anh, Ketua Dewan Direksi FinPeace, menilai kondisi eksternal sudah jauh lebih kondusif dibanding beberapa bulan lalu. Harga minyak dunia kini di bawah 100 dolar per barel setelah era harga tinggi yang panjang; indeks DXY pun mulai mendatar. Dua faktor itu memberi ruang napas bagi pasar-pasar berkembang, termasuk Vietnam. Tekanan pada nilai tukar dan suku bunga domestik ikut mereda.

"Dalam tiga hingga enam bulan terakhir, banyak saham sudah koreksi cukup dalam dan mulai membentuk base yang cukup solid," kata Tuan Anh. Saham-saham yang sudah berada di level all-time high, ia tambahkan, cocok untuk pelaku dengan risk appetite tinggi, sementara yang masih undervalued menawarkan margin of safety lebih nyaman untuk tahap ini.

Dari sisi teknikal, Nguyen The Minh, Direktur Perbankan Investasi ABS Securities, melihat sinyal yang lebih konkret. Saham-saham ekosistem Vingroup memimpin rally. Sektor perbankan, sekuritas, dan baja turut menopang indeks. Yang lebih menarik, perputaran modal mulai menyebar ke lintas sektor, bukan lagi hanya berputar di segelintir nama besar seperti sebelumnya. "Ini pertanda positif bagi tren kenaikan pasar dalam periode mendatang," ujar Minh.

Tapi ada satu catatan yang belum bisa diabaikan. Likuiditas masih di bawah level ideal, dan bagi ABS ini sinyal bahwa pasar belum benar-benar euforia. Investor ritel pun masih berhati-hati. Justru di sini letak ambiguitasnya: rotasi sektoral terasa sehat, tapi volume bicara lain.

Vietcap Securities cukup tegas soal skenarionya. Kalau VN-Index mampu bertahan di atas 1.920 poin pada sesi 11 Mei, target berikutnya adalah 1.940 poin, dengan ruang menuju 2.000 tetap terbuka. TPS Securities mencatat likuiditas pasar masih bertahan di atas rata-rata 20 hari, mencerminkan demand yang belum meredup. Namun tekanan profit taking jangka pendek terus menghalangi indeks menembus 1.925 poin secara bersih. Belum jebol.

Vietcombank Securities (VCBS) memilih framing berbeda: konsolidasi di dekat puncak, bukan pelemahan. Peningkatan likuiditas dalam beberapa sesi terakhir, menurut VCBS, mencerminkan sentimen investor yang membaik. Mereka merekomendasikan mempertahankan porsi portofolio sambil memanfaatkan volatilitas sebagai entry point, dengan prioritas di sektor perbankan, ritel, dan baja.

Skenario terburuk sudah dipetakan juga. Jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas dan menekan ekonomi global, VN-Index bisa tergerus ke zona support 1.750 hingga 1.800 poin sebelum membentuk arah baru. Level 1.860 poin disebut TPS sebagai bantalan pertama kalau koreksi jangka pendek terjadi lebih cepat dari perkiraan.

Jadi, 2.000 poin itu realistis atau sekadar angan-angan? Teknikalnya mendukung, eksternalnya kondusif. Tapi satu variabel yang belum berpihak adalah volume. Tanpa lonjakan likuiditas yang bermakna, reli ini bisa jadi hanya tontonan bagi sebagian besar investor yang masih memilih duduk di pinggir lapangan, menunggu sinyal yang lebih meyakinkan.