KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Market  ›  Transaksi Negosiasi Jumbo di Balik Hari Gelap IHSG

Market

Transaksi Negosiasi Jumbo di Balik Hari Gelap IHSG

IHSG rontok 2,86% ke level 6.969 pada 8 Mei 2026, tapi di sudut lain pasar justru ada aksi tiga transaksi besar di pasar negosiasi yang mendorong total nilai transaksi harian tembus Rp36,1 triliun.

Intip 3 Transaksi Jumbo di Pasar Negosiasi

6.969,39. Angka itu bukan kode pos, melainkan posisi IHSG setelah dihajar koreksi 2,86% pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Indeks LQ45 pun tak luput, susut 2,39% ke 677,17.

Tapi di balik sesi yang suram itu, ada yang bikin alis naik: total transaksi harian meledak sampai Rp36,1 triliun. Bukan angka yang muncul begitu saja.

Lonjakan itu agaknya tidak terlepas dari tiga crossing jumbo yang terjadi di pasar negosiasi. Berdasarkan data RTI, ketiganya menyumbang volume transaksi yang cukup besar untuk mendongkrak total perdagangan jauh di atas rata-rata normal, bahkan saat tekanan jual menghantam pasar reguler habis-habisan.

Pasar negosiasi memang beda karakter dibanding pasar reguler. Di sana, transaksi terjadi atas kesepakatan langsung antara dua pihak, harga pun bisa dinegosiasikan, sehingga nominal per transaksi kerap masif. Satu crossing bisa setara ratusan sesi perdagangan saham tertentu di pasar reguler.

Siapa yang jual, siapa yang beli, dan kenapa harus hari itu? Pertanyaan yang belum terjawab. Motif di balik transaksi negosiasi skala besar biasanya beragam: rebalancing portofolio institusi, perpindahan kepemilikan antarentitas dalam satu grup, hingga eksekusi mandatory tender offer. Entah kebetulan atau tidak, momennya bertepatan persis dengan koreksi yang cukup dalam di pasar reguler. Cukup untuk bikin kepala geleng-geleng.

Buat investor ritel, angka Rp36,1 triliun dalam sehari bisa terasa menyesatkan. Volume jumbo tidak otomatis berarti pasar sedang sehat atau ada akumulasi masif dari smart money. Kalau sebagian besar berasal dari negosiasi, karakternya lain sama sekali dengan transaksi organik di pasar reguler.

IHSG kini bertengger di bawah 7.000. Level psikologis yang, kalau tidak segera direbut kembali, bisa jadi alarm tersendiri bagi pelaku pasar pekan depan.