KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Market  ›  Purbaya Ultimatum BEI: Bersihkan Penggoreng Saham...

Market

Purbaya Ultimatum BEI: Bersihkan Penggoreng Saham Sebelum Akhir Maret

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa beri tenggat Maret 2026 kepada BEI untuk memberantas penggoreng saham, setelah IHSG ambruk lebih dari 8% dan sempat kena trading halt.

IHSG Ambruk, Purbaya Beri Waktu BEI Beresi Penggoreng Saham Maret 2026

IHSG hari ini bukan sekadar koreksi biasa. Indeks amblas lebih dari 8% sampai Bursa Efek Indonesia terpaksa menghentikan perdagangan, trading halt, sebuah pemandangan yang tidak sering terjadi dan selalu meninggalkan efek psikologis panjang di pasar.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak tinggal diam. Di Istana Negara, Rabu (28/1/2026), ia menyebut dua biang kerok kepanikan hari ini: sentimen negatif dari Morgan Stanley Capital International dan maraknya penggoreng saham yang masih bebas berkeliaran di lantai bursa.

Soal MSCI, persoalannya sudah lama menggantung. Lembaga indeks global itu menilai transparansi dan free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes masih bermasalah, meski BEI mengklaim telah melakukan perbaikan minor. Penilaian itulah yang memantik jatuhnya kepercayaan investor asing hari ini.

"Kita tidak dianggap transparan, free floatingnya enggak cukup besar, sehingga bisa dipermainkan harganya," kata Purbaya.

Tapi agaknya bukan MSCI yang paling bikin Purbaya geram. Masalah yang lebih dalam ada di sini: para bandar yang leluasa menggoreng saham sementara investor ritel yang nyangkut menanggung kerugian. Ia bahkan mengakui keuntungan para penggoreng itu "banyak", sedangkan yang terkena imbasnya investor kecil.

Maka ultimatum pun keluar. BEI dan OJK diberi waktu sampai akhir Maret 2026. Tidak beres juga? Purbaya siap masuk langsung lewat jalur Komite Stabilitas Sistem Keuangan, KSSK, yang ia ketuai sendiri.

"Anda yang sikat lah. Saya sudah minta ke OJK untuk konfrontasi dengan BEI. Kalau sampai akhir Maret enggak jalan, saya akan ke sana sebagai ketua KSSK," tegasnya.

Keras. Untuk ukuran pernyataan seorang Menteri Keuangan, kalimat itu tidak lazim. Sekaligus sinyal bahwa pemerintah tidak akan terus membiarkan BEI bergerak sendiri tanpa tekanan dari atas.

Bagi investor, pertanyaannya kini melampaui soal kapan IHSG rebound. Apakah tenggat Maret ini akan berujung tindakan nyata, atau menguap seiring indeks yang pulih?