Bocor langsung dari website resmi nubia. Bukan dari akun anonim, bukan dari laporan pihak ketiga yang biasanya penuh spekulasi. Nubia Air Pro tiba-tiba muncul di listing global mereka lengkap dengan spesifikasi penuh, sebelum satu pun siaran pers sempat keluar.
Ketebalan 5,99mm bukan angka baru untuk nubia. Model standar Air yang debut September tahun lalu sudah memakai ukuran yang sama. Yang berbeda kali ini adalah apa yang dikemas di dalamnya. Rangka metal yang sama, bobot 172 gram yang masih terbilang ringan untuk layar 6,77 inci, tapi senjata yang jauh lebih serius.
Industri ponsel sudah lama bergulat dengan dilema ini. Tipis berarti baterai kecil, atau pendingin yang mepet, atau keduanya sekaligus. Nubia agaknya bosan dengan narasi itu. Baterai 5.000 mAh berhasil dijejalkan ke dalam bodi yang totalnya hampir tidak menyentuh angka 6mm, lengkap dengan pengisian cepat 45W. Bukan yang tercepat di kelasnya, memang, tapi cukup untuk kebutuhan harian tanpa drama.
IP69K. Angka yang tidak main-main. Kalau IP68 saja sudah jadi jualan utama banyak flagship, sertifikasi ini berarti perangkat tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi pada suhu panas, standar yang biasanya hanya ditemukan di peralatan industri. Untuk segmen harga ini, itu bukan hal remeh.
Layarnya AMOLED 6,77 inci dengan refresh rate 144Hz dan peak brightness 4.500 nits. Secara teori, angka kecerahan segitu memastikan konten tetap terbaca di bawah sinar matahari langsung, entah itu di Palembang tengah hari sekalipun. Di balik panel itu, chipset MediaTek Dimensity 7100 berpasangan dengan RAM 8GB LPDDR5X dan storage 512GB UFS 2.2, kombinasi solid untuk multitasking dan gaming kasual.
Sektor kamera jadi salah satu bagian yang nubia pilih untuk dirahasiakan sebagian. Sensor utama 108MP sudah dikonfirmasi, dengan modul berbentuk pill-shaped di bagian belakang yang tampak clean dan modern. Kamera depan 32MP juga sudah bocor. Kamera kedua di bagian belakang? Detailnya masih dipegang rapat. Tombol power berwarna merah jadi aksen visual yang bikin Air Pro cukup mudah dikenali di kerumunan.
Soal harga, varian 8GB/512GB sudah nongol di Amazon Jerman dengan banderol €499, sekitar Rp8-9 jutaan di kurs saat ini. Bukan murah. Tapi kalau nubia berani masuk ke pasar Asia Tenggara dengan harga kompetitif, posisinya bisa cukup mengganggu pemain yang sudah ada di segmen itu. Tersedia dalam dua pilihan warna, Astro White dan Prime Black.
Satu hal yang masih jadi tanda tanya, dan ini wajar untuk perangkat yang belum resmi diumumkan, adalah performa kamera di kondisi cahaya nyata dan sejauh mana nubia bisa menjaga kualitas after-sales di pasar global. Spesifikasi di atas kertas sudah cukup untuk bikin orang menengok dua kali. Apakah eksekusinya akan sebaik janjinya, itu yang harus dibuktikan di lapangan.