Tepat di usia kelimanya, YouTube Shorts datang bukan dengan perayaan, melainkan deretan fitur yang agaknya dirancang untuk mempersempit jarak dengan TikTok, tapi tunggu, tidak ada em dash di sini. Dengan TikTok yang sudah lebih dulu mencengkeram perhatian generasi muda, langkah ini terasa lebih seperti deklarasi perang daripada sekadar ulang tahun.
Pembaruan kali ini lumayan masif. YouTube mengumumkan sejumlah perubahan sekaligus: tampilan, kontrol pemutaran, hingga sistem interaksi pengguna yang dirombak cukup dalam. Yang paling mencolok adalah "Clean Screen Mode", fitur yang memungkinkan pengguna menyembunyikan sementara seluruh elemen antarmuka saat video diputar. Tombol, ikon, teks, semuanya lenyap. Yang tersisa hanya konten. Bagi pengguna yang selama ini merasa terganggu dengan deretan ikon mengambang di pojok layar, ini kabar yang cukup melegakan.
Ada juga opsi kecepatan putar 2x untuk Shorts. Sekilas sepele. Tapi dalam ekosistem konten pendek yang persaingannya brutal, kontrol sekecil ini bisa jadi pembeda nyata. Pengguna yang ingin menyerap lebih banyak konten dalam waktu singkat kini punya pilihan, tanpa harus scroll terus-menerus mencari video berikutnya.
YouTube turut memperkenalkan fitur mute bawaan. Setelah menjeda video, pengguna dapat langsung mematikan audio dan melanjutkan menonton dalam mode senyap. Kelihatannya minor, memang. Tapi bagi jutaan orang yang mengakses Shorts di transportasi umum atau ruang kerja, ini cukup berarti.
Perubahan paling berani ada di sistem interaksi. Tombol dislike dicopot dari tampilan Shorts. Penggantinya, pengguna yang tidak menyukai konten tertentu diarahkan ke opsi "Not Interested" atau "Don't recommend this channel", dua fungsi yang secara langsung memengaruhi algoritma rekomendasi. Bersamaan dengan itu, ikon jempol diganti dengan ikon hati, menyesuaikan estetika yang sudah lebih dulu populer di platform kompetitor. Klasik.
Ada pula pembaruan pada fitur timer Shorts yang kini bisa diatur hingga nilai nol. Artinya, pengguna bisa mematikan Shorts sepenuhnya dari feed YouTube kalau memang tidak menginginkannya. Pendekatan yang, jujur saja, cukup berani dari platform yang sedang berjuang menaikkan angka keterlibatan.
200 miliar tayangan per hari. Angka yang tidak main-main. YouTube Shorts mengklaim capaian itu secara global, melonjak jauh dari sekitar 70 miliar tayangan harian yang tercatat pada 2024. CEO YouTube Neal Mohan mengumumkan angka ini pada pertengahan 2025. Dari sisi basis pengguna, Shorts menyentuh lebih dari 2 miliar pengguna login bulanan, melampaui TikTok yang diperkirakan berada di kisaran 1,5 hingga 1,6 miliar pengguna aktif. Bukan kemenangan kecil.
Pertanyaannya, berapa lama tren ini bisa dipertahankan?
Peluncuran fitur-fitur ini bersifat bertahap, dan YouTube tidak memberikan tanggal pasti kapan semua pembaruan akan tersedia untuk seluruh pengguna. Platform yang masuk ke segmen video pendek lebih lambat dari TikTok dan Instagram Reels ini tampaknya bergerak lebih hati-hati, memastikan setiap fitur matang sebelum digulung ke publik luas.
Lima tahun lalu, Shorts lahir sebagai respons defensif terhadap ledakan TikTok. Hari ini posisinya sudah berbeda, dan pembaruan ini seperti sinyal bahwa YouTube tidak lagi sekadar mengejar. Mereka mulai mendikte ritme permainan.