Empat produk, satu ekosistem, dan harga yang susah ditolak. Xiaomi Indonesia membuka paruh kedua 2026 dengan gebrakan yang cukup berani: meluncurkan Redmi Pad 2 9.7", Redmi Buds 8, Redmi Watch 6, dan Redmi Headphone Neo dalam satu waktu, semua berjalan di atas Xiaomi HyperOS 3 yang menjanjikan konektivitas lintas perangkat tanpa hambatan.
Angle ekosistem ini bukan sekadar jargon marketing. Lewat HyperOS 3, pengguna bisa memindahkan file dari smartphone langsung ke tablet secara instan, menjawab panggilan masuk dari pergelangan tangan, hingga mengontrol perangkat smart home Xiaomi tanpa menyentuh ponsel sama sekali. Syaratnya: semua perangkat harus dari ekosistem Xiaomi. Wajar, dan cukup masuk akal sebagai strategi retensi.
Redmi Pad 2 9.7" agaknya menjadi produk yang paling menarik perhatian dari peluncuran ini. Tablet kompak berlayar 9,7 inci resolusi 2K ini ditopang chipset Snapdragon 6s 4G Gen 2, baterai 7.600 mAh, dan slot microSD hingga 2TB. Relevan untuk pekerja yang hobi nongkrong di kafe sambil kerja, atau pelajar yang butuh layar lebih lebar dari ponsel. Satu catatan kritis: varian dasar hanya datang dengan penyimpanan internal 64GB. Slot microSD itu bukan opsi, nyaris wajib. Tersedia dalam varian Wi-Fi mulai Rp2.399.000 dan varian 4G dari Rp2.899.000.
Di sisi audio, dua produk hadir sekaligus dengan segmentasi berbeda. Redmi Buds 8 adalah TWS dengan ANC hingga 50 dB, equalizer yang bisa dipersonalisasi lewat aplikasi Xiaomi Earbuds, dan daya tahan 11 jam sekali charge atau 44 jam total dengan charging case. Rp699.000, dalam tiga pilihan warna: Black, White, dan Green.
Berbeda segmen, Redmi Headphone Neo muncul sebagai headphone over-ear pertama dari lini Redmi. Driver dinamis 40 mm dengan diafragma titanium diklaim menghasilkan bass berkarakter dan detail treble yang lebih tajam. ANC-nya mencapai 42 dB dengan tiga mode peredaman yang bisa disesuaikan. Yang paling mencolok: daya tahan baterai 72 jam dalam mode wireless tanpa ANC. Angka yang jauh di atas rata-rata segmennya. Kehabisan baterai pun bukan masalah besar karena headphone ini tetap bisa dipakai lewat kabel dan otomatis mendukung Hi-Res Audio. Dibanderol Rp1.499.000, kalau data ini bisa dipercaya, ini tawaran yang lumayan buat pasar audio kelas menengah bawah.
72 jam. Bukan main.
Redmi Watch 6 melengkapi lineup dengan layar AMOLED 2,07 inci, bezel 2 mm, refresh rate 60Hz, dan kecerahan puncak 2.000 nits yang berarti tetap nyaman dibaca di bawah terik matahari. Lebih dari 150 mode olahraga tersedia, didukung GNSS dengan antena dual L1 untuk pelacakan rute yang lebih presisi, dan tahan air hingga 5 ATM, aman untuk renang santai atau lari hujan-hujanan. Pemantauan detak jantung, SpO2, dan pola tidur juga hadir sebagai paket standar. Harganya Rp1.699.000, tersedia dalam Silver Gray, Glacier Blue, dan Obsidian Black.
Strategi membundel peluncuran seperti ini bukan hal baru bagi Xiaomi, tapi efektif. Konsumen yang masuk lewat satu produk, katakanlah Redmi Pad 2, terdorong melengkapi ekosistemnya dengan Watch 6 atau Buds 8 agar fitur HyperOS 3 bekerja optimal. Cara yang rapi untuk menaikkan rata-rata transaksi per pelanggan, sekaligus cermin retak dari betapa ketatnya persaingan di segmen perangkat terjangkau.