Xiaomi 18 Ultra sepertinya tidak akan pernah kita lihat, setidaknya di tahun ini. Tipster Kartikey Singh lewat unggahannya di platform X mengklaim Xiaomi telah memutuskan mencoret model Ultra dari lini flagship berikutnya, menyisakan tiga model saja: Xiaomi 18, Xiaomi 18 Pro, dan Xiaomi 18 Pro Max.
Bukan bocoran pertama soal nasib si Ultra. Kabar serupa sudah beredar sejak akhir Juli 2026, dan kini makin menguat dengan klaim dari sumber yang sama. Kalau benar absen, posisi Ultra akan diisi Pro Max sebagai puncak hierarki seri Xiaomi 18.
Faktor yang paling sering disebut sebagai biang keroknya adalah harga memori. Presiden Xiaomi Group Lu Weibing sebelumnya sudah mengingatkan bahwa biaya komponen memori diperkirakan masih akan tinggi setidaknya hingga akhir 2027, bahkan berpotensi berlanjut sampai 2028. Kondisi itu agaknya mendorong Xiaomi untuk lebih selektif, eh, maksudnya: mendorong Xiaomi memilih model-model yang angka penjualannya lebih stabil ketimbang mempertahankan varian premium yang pasarnya lebih sempit.
Bukan hanya Xiaomi yang terdampak. Oppo dan Vivo disebut mempertimbangkan langkah serupa. Oppo Find X10 Ultra dan Vivo X500 Ultra kabarnya tetap diproduksi, tapi pemasarannya dibatasi untuk China saja, tidak merembet ke pasar global. Berbeda dari generasi sebelumnya, Oppo Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra, yang dipasarkan secara internasional tahun ini. Kalau bocoran ini akurat, konsumen di luar China bakal punya pilihan ponsel berlabel Ultra yang jauh lebih sedikit di generasi berikutnya.
Spesifikasi Xiaomi 18 standar justru terdengar ambisius. Digital Chat Station, pembocor teknologi yang punya rekam jejak cukup akurat, menyebut Xiaomi 18 akan menjadi salah satu ponsel pertama yang mengusung Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6, chipset yang diklaim diproduksi dengan proses fabrikasi 2 nanometer oleh TSMC. Konfigurasinya mencakup CPU Oryon delapan inti, cache L2 bersama 16 MB, GPU Adreno 845, dan dukungan memori LPDDR5X. Bukan main, kalau data ini bisa dipercaya, ini lompatan performa yang tidak kecil.
Sektor kamera pun tidak kalah agresif perubahannya. Xiaomi 18 dikabarkan hadir dengan sistem dual camera Leica: sensor utama 200 megapiksel dan kamera telefoto periskop 200 megapiksel. Jauh berbeda dari Xiaomi 17 yang masih mengandalkan tiga kamera masing-masing 50 megapiksel. Lompatan yang cukup brutal, dan bisa jadi ini cara Xiaomi membuktikan bahwa absennya Ultra tidak identik dengan penurunan kemampuan di lini bawahnya.
Soal warna, DCS menyebut Xiaomi 18 akan tersedia dalam lima pilihan: hitam, putih, merah muda, biru, dan merah. Desain eksteriornya diperkirakan masih mempertahankan modul kamera berbentuk persegi di sisi kiri atas, meneruskan bahasa desain generasi sebelumnya.
Harga? Xiaomi 18 diperkirakan masuk ke pasar China dengan banderol mulai 5.499 yuan, atau sekitar Rp14,5 juta. Naik dari Xiaomi 17 yang diluncurkan di harga 4.499 yuan, sekitar Rp11,8 juta. Kenaikan itu disebut berhubungan langsung dengan lonjakan biaya komponen memori tadi. Pertanyaannya, apakah pasar global bersedia membayar selisihnya?
Sertifikasi EEC yang sudah didapat Xiaomi 18 dan Xiaomi 18 Pro Max setidaknya memberi sinyal bahwa dua model ini sedang dipersiapkan untuk pasar internasional. Peluncuran global bukan tidak mungkin.
Soal model Ultra, Xiaomi disebut tidak meninggalkannya selamanya. Nama itu kemungkinan muncul kembali di Xiaomi 19 Ultra, yang diperkirakan hadir akhir 2027 atau awal 2028. Istirahat sebentar, bukan pensiun dini.