JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Xiaomi 18 Pro Series Siap Global, Indonesia Masuk...

Tekno

Xiaomi 18 Pro Series Siap Global, Indonesia Masuk Radar?

Lei Jun konfirmasi Xiaomi 18 Pro Series akan dirilis global tahun ini, sementara dua nomor model sudah terdaftar di database TKDN Kemenperin dengan nilai TKDN 37,84%.

Xiaomi 18 Pro Dipastikan Rilis Global, Indonesia?

Setelah generasi sebelumnya membuat pengguna di luar China gigit jari, Xiaomi akhirnya memastikan lini Pro terbarunya tidak akan terkurung di pasar domestik. Founder dan CEO Xiaomi Lei Jun menyatakannya langsung lewat akun X pribadinya: "Pengguna global kami telah meminta ini, dan ini akan segera hadir. Xiaomi 18 Pro Series akan mendunia tahun ini."

Ini perubahan strategi yang tidak kecil. Pada generasi sebelumnya, Xiaomi 17 Pro dan 17 Pro Max hanya beredar di China, sementara pasar global cuma kebagian varian reguler. Kini manajemen Xiaomi agaknya membaca bahwa membiarkan flagship utamanya eksklusif China terlalu lama justru menggerus loyalitas pengguna di luar negeri.

Untuk Indonesia, sinyal positif sudah muncul lebih konkret dari sekadar pernyataan Lei Jun. Dua perangkat Xiaomi dengan nomor model 2609BPN61G dan 2611FPNFAG sudah masuk database Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kementerian Perindustrian, terdaftar atas nama PT Xiaomi Technology Indonesia sebagai smartphone 5G dengan nilai TKDN 37,84 persen. Nomor model yang sama identik dengan versi global yang sudah beredar sebelumnya di database Eurasian Economic Commission.

Soal identitas kedua perangkat itu, ada sedikit perbedaan tafsir antara sumber. Nomor model 2609BPN61G dikaitkan oleh sebagian pihak dengan Xiaomi 18 versi global, sementara sumber lain menyebut nomor ini merujuk pada Xiaomi 18 Pro. Adapun 2611FPNFAG lebih konsisten dikaitkan dengan Xiaomi 18 Pro Max. Yang menarik justru ini: Xiaomi 18 Pro belum muncul di database P3DN, padahal Lei Jun sudah spesifik menyebut "Pro Series" yang mencakup model Pro dan Pro Max. Apakah Xiaomi 18 Pro akan menyusul proses sertifikasi, atau Indonesia hanya kebagian dua dari tiga model, masih gelap.

Dari sisi spesifikasi, Xiaomi 18 Pro Series tampil serius. Xiaomi 18 Pro mengusung Snapdragon 8 Elite Gen 6, sementara 18 Pro Max naik kelas dengan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Keduanya berbasis fabrikasi 2 nm dari Qualcomm, didukung RAM LPDDR5X hingga 16 GB dan penyimpanan UFS 4.1 sampai 1 TB. Layar AMOLED LTPO 6,4 inci untuk Pro dan 6,9 inci untuk Pro Max, dengan refresh rate adaptif 1-120 Hz dan kecerahan puncak 4.000 nit. Ada juga layar sekunder di bagian belakang untuk notifikasi dan personalisasi.

Soal kamera, Xiaomi menggandeng Leica untuk tiga lensa belakang di kedua model. Sensor utama 200 MP Light Hunter 960 berukuran 1/1,28 inci, aperture f/1.67, OIS tujuh stop. Di belakangnya ada telephoto 200 MP dengan zoom optik 3,2x, plus ultrawide 50 MP bidang pandang 102 derajat. Sistem Legendary Moment berbasis AI diklaim bisa meniru karakter sensor CCD klasik, dengan pemrosesan cloud untuk menekan noise dan pantulan. Klaim yang, setidaknya sampai unit sampai ke tangan pengguna, masih perlu dibuktikan.

Satu catatan penting buat calon pembeli di Indonesia: kapasitas baterai versi global kemungkinan besar berbeda dari unit China. Xiaomi 18 Pro di China memakai baterai silikon-karbon 7.000 mAh, Pro Max 8.500 mAh. Tapi kode HyperOS mengindikasikan versi global turun menjadi 6.000 mAh untuk Pro dan 7.050 mAh untuk Pro Max. Bukan selisih yang bisa diabaikan.

Harga di China mulai 5.999 yuan (sekitar Rp 14 jutaan) untuk 18 Pro dan 6.999 yuan (sekitar Rp 16 jutaan) untuk Pro Max. Di Indonesia, angka itu hampir pasti melar setelah pajak dan margin distribusi. Jadwal peluncuran resmi belum ada, meski rumor menyebut kisaran Januari atau Februari 2027. Terdaftarnya nomor model di TKDN setidaknya membuktikan prosesnya sudah berjalan.