RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Market  ›  WIFI Alihkan Dana Rights Issue Rp5,89 Triliun ke P...

Market

WIFI Alihkan Dana Rights Issue Rp5,89 Triliun ke Proyek FWA, PEGE Terbitkan 944 Juta Saham Baru

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) merombak alokasi dana rights issue Rp5,89 triliun dari proyek FTTH ke FWA, sementara PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) bersiap menerbitkan 944 juta saham lewat skema 3:1.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 4,42% ke level 7.279,21 pada perdagangan Rabu (8/4), ditopang aksi beli asing senilai Rp632,88 miliar secara total. AMMN melesat 13,45%, diikuti BBCA yang naik 3,85% dan BBRI terkerek 3,41%. Di balik euforia pasar itu, dua aksi korporasi diam-diam menyedot perhatian.

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) keluar dari RUPS 8 April dengan keputusan yang mengejutkan. Alokasi dana hasil rights issue senilai Rp5,89 triliun dirombak total. Dana yang semula disiapkan untuk penyertaan modal ke entitas anak Jaringan Infra Andalan (JIA) demi proyek Fiber to the Home (FTTH) melalui Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), kini dialihkan sepenuhnya ke Telemedia Komunikasi Pratama (TKP). Tujuannya: ekspansi Fixed Wireless Access (FWA).

Dari Rp5,89 triliun itu, porsi terbesar yakni Rp5,06 triliun bakal dipakai untuk pengadaan perangkat pelanggan (CPE) dan jaringan akses radio (RAN). Rp403,76 miliar masuk ke pembayaran biaya IPFR tahunan. Sisanya, Rp421,02 miliar, jadi modal kerja proyek FWA. Manajemen WIFI menegaskan target pembangunan 5.500 site tidak bergeser, dengan ambisi menjangkau 5 juta pelanggan di Region-1 yang mencakup Jawa, Maluku, dan Papua.

Kenapa FTTH ditinggalkan? Bisa jadi manajemen menilai FWA lebih cepat dieksekusi karena bisa mengandalkan infrastruktur menara yang sudah tersedia lewat kerja sama. Tapi ini klaim yang masih harus dibuktikan di lapangan, dan pasar tentu akan menagih realisasinya.

Beralih ke emiten lain. PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) mengumumkan rencana penerbitan 944,47 juta saham baru lewat rights issue dengan rasio 3:1. Artinya, setiap pemegang tiga saham lama berhak menebus satu saham baru. PEGE juga menyertakan Waran Seri II dalam jumlah setara bagi pemegang saham yang mengeksekusi haknya, dengan periode pelaksanaan dari 14 Januari 2027 sampai 14 Juli 2031. Cukup panjang.

Dua pemegang saham utama sudah unjuk tangan. Trisno Limanto (18,94%) dan RR Capital Group (42,29%) menyatakan bakal mengambil seluruh jatah mereka. Komitmen ini setidaknya memberi sinyal bahwa pemegang saham pengendali percaya pada arah perusahaan, entah kebetulan atau memang kalkulasi matang.

Bagi pemegang saham yang memilih tidak ikut, potensi dilusi kepemilikan bisa mencapai maksimal 25%. Angka yang cukup untuk bikin investor minoritas berpikir dua kali. Pertanyaannya, seberapa menarik harga pelaksanaannya nanti?