Selama ini, eGPU identik dengan kabel tebal dan port eksklusif. WiCi One datang membawa premis yang terdengar hampir terlalu ambisius: GPU desktop kelas berat, tersambung ke laptop atau smartphone, tanpa sehelai kabel pun.
Perusahaan teknologi WiCi resmi meluncurkan WiCi One, yang diklaim sebagai eGPU nirkabel pertama di dunia. Alih-alih mengandalkan koneksi fisik seperti OCuLink, USB4, atau Thunderbolt 5, perangkat ini memanfaatkan jaringan Wi-Fi 7 berkecepatan tinggi untuk mendistribusikan daya komputasi GPU ke perangkat-perangkat dalam satu jaringan lokal, laptop tipis, tablet, hingga smartphone. Bukan cuma satu dua pilihan. Hampir semua.
Ini bukan sekadar gimmick konektivitas. Mayoritas ultrabook dan perangkat mobile memang tidak punya antarmuka yang kompatibel dengan eGPU konvensional generasi terbaru, sehingga opsi memperkuat grafis selalu terbatas. WiCi One, yang masuk dalam ekosistem Nvidia Inception Program, menjawab celah itu secara langsung.
WiCi One hadir dalam dua varian berbasis arsitektur Nvidia RTX 50 Series. Varian entry-level dengan RTX 5060 Ti dibanderol USD 2.000 (sekitar Rp 30,8 juta) untuk harga early bird, atau USD 2.600 (sekitar Rp 40 juta) di harga retail resmi. Di atas kertas, angka ini sudah cukup berani untuk segmen yang mereka sebut "entry-level", klaim yang agaknya perlu dicermati lebih lanjut oleh calon pembeli.
Soal performa, WiCi merilis angka benchmark yang cukup menggiurkan. Varian RTX 5060 Ti diklaim mampu menjalankan Cyberpunk 2077 di kisaran 80 fps dan Black Myth: Wukong hingga 60 fps, keduanya pada resolusi 4K dengan setting Ultra menggunakan DLSS. Untuk beban kerja AI, varian ini memproses LLM Gemma 4 pada kecepatan 140 token per detik dan merender ekspor video 4K di CapCut hingga 75 fps.
Varian RTX 5090 bermain di liga berbeda. Cyberpunk 2077 tembus 110 fps, Black Myth: Wukong 90 fps, semuanya di 4K. Lebih mencolok lagi angka inferensi AI-nya: lebih dari 500 token per detik untuk Gemma 4, lonjakan lebih dari tiga kali lipat dibanding varian di bawahnya. Ekspor video 4K H.264 di Adobe Premiere Pro diklaim mencapai 90 fps. Harga untuk varian ini belum diumumkan, akan dirilis mendekati tanggal pengiriman.
Tanpa modifikasi software, WiCi One diklaim kompatibel dengan sederet platform populer: Ollama, Hugging Face, Blender, Unreal Engine, CapCut, OBS Studio, hingga Adobe Premiere Pro. Kompatibilitas out-of-the-box seperti ini, kalau benar terbukti di kondisi nyata, bisa jadi faktor pembeda yang serius, setidaknya itu klaim manajemen.
WiCi One dijadwalkan mulai dikirimkan ke konsumen pada kuartal keempat 2026. Pertanyaannya, seberapa konsisten performa itu terjaga ketika jaringan Wi-Fi 7 berbagi bandwidth dengan puluhan perangkat lain di waktu bersamaan?