Angka 425 juta dolar AS, atau sekitar Rp6,9 triliun, raib dari kantong pengguna WhatsApp akibat penipuan sepanjang 2025. Bukan total kerugian lintas platform media sosial, melainkan dari satu aplikasi saja. Dari total lebih dari 2,1 miliar dolar AS yang lenyap akibat penipuan media sosial di tahun yang sama menurut data Federal Trade Commission, porsi WhatsApp saja sudah cukup bikin geleng kepala.
Meta akhirnya bergerak. Perusahaan mengumumkan Scam Alert, fitur deteksi penipuan berbasis AI yang kini memasuki tahap beta terbatas. Pendekatannya tidak biasa: model machine learning diunduh langsung ke perangkat pengguna, bekerja diam-diam di latar belakang, tanpa sekali pun mengirimkan isi pesan ke server Meta, WhatsApp, atau pihak mana pun.
Cara kerjanya relatif lugas. Ketika pesan masuk dari nomor atau kontak yang belum dikenal, sistem mulai membaca pola komunikasinya. Ada beberapa sinyal yang jadi incaran: permintaan informasi pribadi, bahasa yang mendorong korban bertindak buru-buru, hingga pola membangun kedekatan emosional yang menjadi ciri khas love scamming atau modus yang lebih gelap lagi, pig butchering. Kalau sistem curiga, peringatan muncul di layar penerima. Hanya di sana. Si pengirim tidak tahu.
Dari titik itu, kendali sepenuhnya ada di tangan pengguna. Blokir kontak, laporkan percakapan, abaikan peringatan, atau tandai pengirim sebagai pihak tepercaya. Opsi terakhir akan menghapus tanda peringatan, dan Scam Alert tidak akan mengusik percakapan itu lagi ke depannya. Pengguna yang merasa peringatan keliru juga bisa memilih, secara sukarela, untuk membagikan lima pesan terakhir kepada WhatsApp guna membantu melatih model. Tidak otomatis. Butuh persetujuan eksplisit.
Soal privasi, Meta cukup tegas: tidak ada konten pesan yang meninggalkan perangkat selama proses klasifikasi berlangsung. Klaim yang, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya, memberikan fondasi teknis yang solid untuk janji tersebut. Arsitektur on-device setidaknya masuk akal secara teknis. Konsistensinya setelah rilis luas, itu urusan lain.
Bukan debutnya Meta di ranah keamanan WhatsApp. Awal tahun ini mereka sudah memasang deteksi penipuan khusus untuk permintaan tautan perangkat. Scam Alert adalah lapisan berikutnya, dengan cakupan yang jauh lebih luas.
Kapan fitur ini tersedia untuk semua orang? Meta belum bilang. Dengan basis 3 miliar pengguna aktif, rollout bertahap memang tidak terhindarkan. Yang jadi pertanyaan bukan cuma seberapa akurat model ini bekerja, tapi seberapa cepat ia bisa belajar ketika para scammer mulai memetakan celah-celahnya. Mereka juga tidak sedang diam menunggu.