SENIN, 28 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  WhatsApp Hadirkan Incognito Chat, Bahkan Meta Pun...

Tekno

WhatsApp Hadirkan Incognito Chat, Bahkan Meta Pun Tak Bisa Mengintip

Meta memperkenalkan fitur Incognito Chat di WhatsApp yang menggunakan teknologi Private Processing, memastikan percakapan dengan Meta AI tidak bisa diakses siapa pun, termasuk Meta sendiri. Pembaruan ini hadir bersamaan dengan peluncuran Muse Spark yang menggantikan model Llama.

WhatsApp luncurkan fitur Incognito Chat berbasis Meta AI untuk privasi

Sepanjang tahun ini Meta bergerak agresif di ranah AI. Langkah terbarunya agaknya cukup serius: perusahaan memperkenalkan fitur Incognito Chat untuk Meta AI di WhatsApp, mode percakapan yang diklaim benar-benar privat karena bahkan Meta sendiri tidak bisa membaca isinya.

Fitur ini bertumpu pada teknologi yang disebut "Private Processing" atau Pemrosesan Privat. Percakapan pengguna diproses di dalam mesin virtual terenkripsi sehingga tidak ada satu pun pihak yang bisa mengakses isi obrolan, baik dari sisi server Meta maupun WhatsApp. Pesan tidak disimpan dan langsung lenyap begitu pengguna keluar dari sesi. Bukan sekadar klaim pemasaran, setidaknya itu yang dijanjikan.

"Obrolan Incognito dengan Meta AI benar-benar privat, tidak seorang pun bisa membaca percakapan Anda, bahkan kami pun tidak," ujar VP & Head of Product WhatsApp, Alice Newton-Rex, dalam video conference pada Selasa (12/5). Alice menjelaskan bahwa dorongan untuk mengembangkan fitur ini datang dari kenyataan lapangan: semakin banyak pengguna mengajukan pertanyaan sensitif ke AI, mulai dari kondisi keuangan, konsultasi kesehatan, hingga dokumen pribadi. "Apakah itu soal keuangan atau pertanyaan kesehatan, atau nasihat mengenai bagaimana menjawab pesan yang sulit dari teman atau kolega, atau sesuatu seperti mendapatkan nasihat mengenai dokumen pribadi," kata Alice. "Kami pikir sangat penting untuk memberikan kemampuan kepada orang untuk menanyakan pertanyaan ini secara pribadi."

Meta juga berencana menghadirkan "side-chat" berbasis teknologi serupa, yang memungkinkan pengguna mendapat bantuan AI secara lebih personal di dalam percakapan grup, tanpa khawatir isi obrolan terbaca anggota lain.

Incognito Chat bukan satu-satunya gebrakan pekan ini. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Meta mengonfirmasi bahwa aplikasi Meta AI kini diperkuat oleh Muse Spark, teknologi baru yang menggantikan model Llama. Muse Spark pertama kali diperkenalkan pada 8 April 2026 dan langsung mendorong aplikasi Meta AI bertengger di posisi keempat daftar aplikasi gratis paling banyak diunduh di App Store Amerika Serikat, bersaing langsung dengan ChatGPT, Claude, dan Gemini.

Paling mencolok dari Muse Spark: kemampuan percakapan suara yang jauh lebih natural. Pengguna bisa menyela pembicaraan, mengganti topik, bahkan berpindah bahasa tanpa AI kehilangan konteks. Melesat juga kemampuannya menampilkan gambar, video Reels, lokasi di peta, dan rekomendasi konten lain secara otomatis sesuai arah percakapan.

Meta juga membawa fitur Live AI ke aplikasi ponsel, setelah sebelumnya hanya tersedia di kacamata AI buatan perusahaan. Pengguna cukup mengarahkan kamera ke suatu objek atau lokasi, lalu AI memberikan penjelasan real-time. Kegunaannya beragam: mengenali tempat, mencari informasi, sampai membantu pekerjaan rumah.

Muse Spark mulai diintegrasikan ke WhatsApp, Instagram, Facebook, Messenger, dan Threads, melalui fitur pencarian, grup chat, hingga postingan. Khusus di Threads, Meta tengah menguji chatbot AI yang fungsinya mirip Grok di platform X, bisa dipanggil lewat mention @meta.ai.

Pertanyaannya, bisakah klaim ini dipercaya? "Bahkan kami pun tidak bisa membaca" memang terdengar meyakinkan. Tapi ini tetap klaim yang perlu dibuktikan lewat audit independen, bukan narasi dari panggung peluncuran produk. Bagi pengguna yang sudah lama skeptis soal rekam jejak data Meta, Incognito Chat mungkin menarik untuk dicoba. Belum tentu cukup untuk mengubah persepsi.