SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Wall Street Menguat Solid, Pasar Pilih Fokus ke Mu...

Finansial

Wall Street Menguat Solid, Pasar Pilih Fokus ke Musim Laba Ketimbang Teheran

Ketiga indeks utama Wall Street ditutup hijau meski ketegangan AS-Iran kembali memanas, didorong optimisme jelang musim laporan keuangan dan sejumlah katalis positif dari saham teknologi.

The Stock-Market Rally Isn't Just About Tech Anymore - WSJ

Ketegangan AS-Iran yang kembali mencuat akhir pekan lalu ternyata tidak cukup kuat untuk menggoyahkan Wall Street. Tiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat ditutup kompak menguat pada perdagangan Senin, dengan Nasdaq memimpin kenaikan.

Dow Jones Industrial Average menguat 358,34 poin atau 0,69 persen ke level 52.234,45. S&P 500 naik 1,07 persen ke 7.432,92. Nasdaq Composite melesat 1,84 persen ke 25.761,96. Solid, untuk sesi yang diwarnai geopolitik.

Sentimen penggeraknya agaknya bukan dari Washington atau Teheran. "Pasar sedang menantikan dan bersiap untuk musim laporan keuangan, yang tidak terlalu jauh lagi," ungkap Peter Cardillo, kepala ekonom pasar Spartan Capital Securities di New York. Sebagian besar emiten S&P 500 dijadwalkan mulai merilis hasil kuartal kedua setelah pertengahan Juli 2026.

Cardillo juga menyebut momen akhir kuartal ini biasanya mendorong investor melakukan pembelian selektif untuk mempercantik portofolio, atau yang lazim disebut window dressing. Pola klasik yang selalu berulang.

Sektor jasa komunikasi jadi motor utama penguatan S&P 500. Saham Comcast melonjak 6,1 persen setelah perusahaan mengumumkan rencana pemisahan diri menjadi dua entitas independen melalui spin-off bebas pajak dari NBCUniversal dan Sky. Bukan langkah kecil.

SpaceX turut menyumbang euforia. Saham perusahaan roket milik Elon Musk itu naik 5,3 persen setelah dikonfirmasi akan masuk ke indeks Nasdaq 100 pada 7 Juli mendatang, bersejarah bagi emiten yang baru merampungkan IPO-nya. Alphabet, induk Google, juga terkerek 4,6 persen di hari pertamanya resmi masuk jajaran komponen Dow Jones.

RBC Capital Markets memilih momen ini untuk menaikkan target 12 bulan S&P 500 dari 7.900 menjadi 8.150, dengan alasan kekuatan pendapatan emiten dan latar makro yang masih kondusif. Ambisius, entah kebetulan atau tidak, angka itu datang persis ketika optimisme musim laba sedang di puncak.

Konflik di Timur Tengah memang selalu punya potensi mengganggu, terutama kalau menyentuh jalur pasokan energi. Tapi untuk sekarang pasar tampaknya sudah menghitung risiko itu dan memilih fokus ke yang lebih tangible: angka laba kuartal yang sebentar lagi datang.