SENIN, 28 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Volume Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Melesat...

Ekonomi

Volume Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Melesat 49%, Pefindo Nilai KA Logistik Layak idAA

Volume angkutan barang KAI Daop 4 Semarang meledak 49% dalam dua tahun terakhir, sementara Pefindo baru saja mengganjar anak usaha KAI di sektor logistik dengan peringkat idAA prospek stabil.

Dukung Efisiensi Logistik dan Konektivitas Ekonomi Nasional, Volume Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Tumbuh Signifikan

Dua tahun. Dalam rentang itu, volume angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang tumbuh nyaris separuhnya, dari 87.267 ton pada Januari-Mei 2024 menjadi 130.710 ton di periode yang sama tahun ini. Lonjakan 49 persen bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja, apalagi ketika biaya logistik masih jadi keluhan klasik kalangan industri yang belum juga mereda.

Secara tahunan, laju pertumbuhannya bahkan lebih tajam. Dibandingkan Januari-Mei 2025 yang mencapai 98.926 ton, realisasi tahun ini melesat 32 persen. Penggerak utamanya jelas: peti kemas. Sepanjang lima bulan pertama 2026, segmen ini menyumbang 99.751 ton, naik 24 persen dari 79.848 ton tahun lalu dan melejit 52 persen dibanding dua tahun silam. Masif.

Angkutan retail tumbuh lebih moderat, 3.161 ton atau 6 persen di atas realisasi 2025 yang sebesar 2.981 ton. Tapi justru gap antara dua segmen ini yang menarik dibaca: kontainerisasi melaju jauh lebih agresif, cermin pergeseran pola distribusi dari angkutan curah ke peti kemas. Kawasan Industri Terpadu Batang dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, agaknya, punya andil besar dalam pergeseran itu, kalau data ini bisa dipercaya sebagai indikasi struktural.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif menyebut lonjakan ini mencerminkan tingginya kebutuhan distribusi yang mengikuti perkembangan industri, perdagangan, dan konsumsi masyarakat. "Pertumbuhan angkutan barang menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi di berbagai sektor. Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, aman, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat," ujar Luqman.

Infrastruktur pendukungnya tidak main-main. KAI Daop 4 mengoperasikan tiga Container Yard: CY Pethek di Stasiun Semarang Poncol, CY Ronggowarsito di Semarang Tawang Bank Jateng, dan CY Brumbung di Stasiun Brumbung. Sekitar 30 perjalanan kereta barang setiap hari melintasi wilayah ini menuju Jakarta, Surabaya, Madiun, Ketapang, hingga Jember, mengangkut semen, BBM, peti kemas, dan barang retail.

Bersamaan dengan tren operasional ini, kabar dari sisi korporat datang menyusul. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idAA dengan prospek stabil untuk PT Kereta Api Logistik (KA Logistik), anak usaha KAI yang mengelola bisnis logistik berbasis rel. Pertimbangan utamanya: kuatnya dukungan dari KAI selaku induk usaha, yang sendiri menyandang rating idAAA dengan prospek stabil.

Analis Pefindo Naufal Buntoro dan William Siregar menilai posisi pasar KA Logistik di segmen logistik berbasis rel cukup kokoh, ditopang profil keuangan yang solid. Sejumlah faktor pembatas tetap ada, persaingan logistik yang kian ketat, fleksibilitas harga yang terbatas, serta risiko eksekusi dari proyek-proyek yang sedang berjalan. Pertanyaannya, seberapa jauh manajemen bisa menavigasi tiga hambatan itu sekaligus?

Pintu upgrade peringkat terbuka, tapi syaratnya tidak ringan. KA Logistik perlu membuktikan strategi bisnisnya mampu mendongkrak pendapatan dan EBITDA secara konsisten di atas proyeksi. Sebaliknya, ekspansi utang yang agresif tanpa diimbangi prospek EBITDA yang lebih kuat bisa menekan rating ke arah berlawanan. Pefindo juga mengingatkan bahwa perubahan yang mengurangi tingkat kepentingan strategis KA Logistik di mata induknya bisa jadi tekanan tambahan, setidaknya itu yang tertulis dalam keterangan resmi mereka.

Bagi investor yang mencermati ekosistem logistik berbasis rel, dua sinyal ini datang nyaris bersamaan: lonjakan volume operasional Daop 4 dan rating idAA untuk KA Logistik. Entah kebetulan atau tidak, tren kontainerisasi yang terus menguat di jalur Jawa Tengah bisa jadi fondasi yang lebih solid dari yang selama ini diperhitungkan pasar.