MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  UNTR Rebound Tipis, tapi Asing Masih Cabut Rp15 Mi...

Ekonomi

UNTR Rebound Tipis, tapi Asing Masih Cabut Rp15 Miliar

Saham UNTR naik 0,21% ke Rp23.325 pada Selasa kemarin, namun net foreign sell Rp15,04 miliar dan dominasi sinyal jual di semua indikator teknikal membuat momentum pemulihan ini belum bisa dipegang sepenuhnya.

UNTR masih menghadapi tantangan untuk membangun tren naik baru. (Foto: dok UNTR)

Kenaikan PT United Tractors Tbk (UNTR) kemarin terasa seperti pembalikan. Datanya bercerita lain.

Saham alat berat ini naik 0,21% ke Rp23.325 pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, tapi harga ditutup tepat di level terendah hari itu setelah sempat menyentuh Rp24.025 di sesi sebelumnya. Setiap upaya penguatan langsung direspons aksi jual. Pola yang, kalau jujur saja, sudah berulang beberapa kali dalam sepekan terakhir.

Arus dana asing memperjelas gambaran itu. Net foreign sell UNTR tercatat Rp15,04 miliar, dengan nilai jual asing Rp70,44 miliar melawan pembelian Rp55,40 miliar. Total nilai transaksi hari itu Rp97,61 miliar, volume 41,31 ribu lot. Bukan crossing biasa.

Dari sisi order book, antrean beli di Rp23.325 sebanyak 2.733 lot. Total bid mencapai 8.461 lot, sedikit lebih tebal dari offer 8.092 lot. Secara teknikal, ketebalan bid itu bisa dibaca sebagai sinyal bahwa minat beli masih ada di area tersebut. Tapi bid tebal saja tidak cukup kalau tekanan jual dari asing belum mereda.

Indikator teknikal? Kompak menunjuk ke bawah. RSI 14 di 39,37, masih di bawah level netral 50. MACD di -180,13 dengan sinyal jual. ADX 44,07 mengkonfirmasi tren masih kuat, dan ironisnya tren yang kuat itu arahnya turun. CCI di -84,94, Bull/Bear Power di -410,26. Satu-satunya yang agak mengangkat kepala adalah Stochastic di 90,93, tapi itu justru mengindikasikan kondisi overbought jangka sangat pendek, bukan sinyal bullish yang bisa diandalkan.

Dari sisi moving average, posisi UNTR di Rp23.325 hanya sedikit di atas MA5 sederhana Rp23.320. Selebihnya, harga masih berada di bawah MA10, MA20, MA50, MA100, dan MA200, termasuk seluruh EMA-nya. Ibarat berjalan di lorong gelap dengan senter yang nyaris mati.

MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness di area Rp23.225-Rp23.300 untuk perdagangan hari ini, Rabu 19 Agustus 2026. Support kritis ditempatkan di Rp23.075, resistance di Rp24.850. Manajemen risiko agaknya lebih penting dari target keuntungannya: begitu Rp23.075 jebol, skenario rebound yang sedang dibangun langsung runtuh.

Target jangka lanjutan dipasang di Rp24.850 dan Rp25.825, dengan asumsi UNTR kini berada di awal wave C dalam struktur Elliott. Konfirmasi awal baru bisa disebut valid kalau harga mampu menembus Rp23.441 terlebih dulu, lalu bertahan di atas Rp23.600. Level pivot klasik hari ini di Rp23.258, resistance pertama Rp23.441, resistance kedua Rp23.608.

Historis Agustus juga tidak terlalu menggembirakan. Tiga sesi berturut-turut UNTR dihajar: turun 1,77% pada 11 Agustus, 1,38% pada 12 Agustus, dan 0,97% pada 13 Agustus. Rebound memang datang, 0,87% pada 14 Agustus dan 0,21% kemarin. Dua sesi hijau berturut-turut. Tapi total kenaikannya belum menutup separuh pun dari akumulasi koreksi sebelumnya.

Pertanyaan yang relevan untuk trader hari ini: apakah volume pembelian yang menemani kenaikan kemarin cukup kuat untuk mempertahankan posisi di atas Rp23.225? Kalau ya, peluang menguji Rp23.441-Rp23.600 masih terbuka. Kalau tidak, dan harga kembali ke bawah Rp23.075, maka rebound ini cuma jeda sebelum tekanan babak berikutnya.