KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Ulang Tahun ke-80 Polri, Buruh Pilih Berterima Kas...

Ekonomi

Ulang Tahun ke-80 Polri, Buruh Pilih Berterima Kasih

KSBSI memberikan apresiasi atas kemitraan dengan Polri di usia ke-80 Hari Bhayangkara, sambil mendorong optimalisasi desk ketenagakerjaan untuk penyelesaian konflik industrial yang lebih cepat dan transparan.

Prabowo to Lead Indonesia's 80th Police Day Ceremony - News En.tempo.co

Tepat 1 Juli 2026, Polri merayakan HUT Bhayangkara ke-80 dalam upacara resmi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto sebagai Inspektur Upacara di Bogor, Jawa Barat. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani turut hadir menyaksikan peringatan yang menarik perhatian elemen masyarakat luas itu.

Apresiasi paling lantang justru datang dari kaum buruh. Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) secara terbuka menyampaikan terima kasih atas kemitraan yang selama ini terjalin dengan Korps Bhayangkara, sesuatu yang agaknya jarang terjadi mengingat hubungan antara aparat dan buruh kerap diwarnai ketegangan di lapangan.

Koordinator Panser Nasional KSBSI, Bambang SY, menyebut bahwa kerja sama antara serikat buruh dan kepolisian berlangsung di dua front sekaligus: di lapangan saat aksi, dan di ruang-ruang diskusi formal ketika mencari jalan tengah atas konflik ketenagakerjaan. Bukan sekadar seremonial. "Banyak sekali yang sudah kita dapatkan dari Polri, kerja sama selama ini, santunan anak yatim, Safari Ramadan, desk ketenagakerjaan yang sudah banyak dibantu pihak kepolisian," ungkap Bambang dalam perayaan di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor.

Desk ketenagakerjaan bentukan Polri menjadi poin yang berulang kali disebut. Bagi KSBSI, kanal mediasi ini bukan formalitas belaka. Nyata. Jalur yang membantu anggotanya menyelesaikan sengketa hubungan industrial tanpa harus berlarut di pengadilan. Klaim yang, kalau terbukti konsisten, memang patut diacungi jempol.

Namun di balik ucapan selamat, KSBSI menitipkan pekerjaan rumah. Memasuki usia ke-80, Bambang mendorong agar peran desk ketenagakerjaan dioptimalkan lebih jauh, dengan proses penyelesaian perkara yang lebih cepat, adil, dan transparan. Tiga kata yang mudah diucapkan, lebih sulit diwujudkan.

Usia 80 tahun bagi sebuah institusi bisa dibaca dua cara: kematangan atau kejenuhan. KSBSI memilih membacanya sebagai momentum. "Kami dari KSBSI mengucapkan selamat HUT yang ke-80, usia yang sudah sangat matang untuk bersinergi dengan masyarakat, dan bersama-sama memajukan bangsa ini, khususnya kaum buruh," tambah Bambang.

Bagi pelaku pasar, sinyal keharmonisan hubungan industrial ini bukan sekadar berita sosial. Stabilitas di front ketenagakerjaan sering luput dari model valuasi, padahal dampaknya pada iklim investasi bisa lebih terasa dibanding banyak faktor makro yang lebih sering disorot analis.