Seratus tahun. Dan Lillian Pike masih hadir di kelas senam mingguan yang sama, di ruangan yang sama, bersama instruktur yang sama pula.
Pada 1 Juli 2026, perempuan asal Isle of Man ini merayakan ulang tahun ke-100 dengan cara yang tidak banyak orang bayangkan: datang ke kelas Stretch and Flex di National Sports Centre Isle of Man, seperti yang ia lakukan nyaris setiap pekan selama dua dekade terakhir. Konsistensi, bagi Lillian, bukan sekadar kebiasaan baik yang dikutip di poster motivasi. Itu cara ia menjalani hidup.
Saat ditanya soal rahasianya, jawaban Lillian justru mengecewakan siapa pun yang berharap menemukan formula ajaib. "Jangan pernah melakukan sesuatu secara ekstrem, tahu kan?" katanya singkat. Tidak ada suplemen mahal, tidak ada diet ketat yang viral, tidak ada aplikasi pemantau tidur. Ia lalu merangkum tiga hal yang selalu ia pegang: tetap fit, makan dengan benar, dan tidak terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Sesederhana itu, dan agaknya memang hanya itu yang perlu dikatakan.
Nasihat yang tidak mencoba menjual apa-apa biasanya yang paling sulit dibantah.
Elizabeth Corran, instruktur kelas itu, sudah menemani Lillian selama dua puluh tahun. Baginya, kehadiran sang murid bukan sekadar soal absensi. "Dia adalah inspirasi sejati bagi saya dan semua orang yang menghadiri kelas ini," kata Elizabeth. Lebih jauh, ia melihat Lillian sebagai bukti hidup bahwa usia bukan dalih untuk berhenti bergerak. "Dia penuh energi dengan pandangan hidup yang positif dalam segala hal yang dilakukannya, ini menunjukkan bahwa tidak ada orang yang terlalu tua untuk berolahraga," lanjutnya. Elizabeth menambahkan bahwa melihat Lillian tetap mandiri berkat olahraga mendatangkan kepuasan tersendiri dalam pekerjaannya.
Lillian sendiri tampaknya tidak terlalu terobsesi dengan angka di kartu identitasnya. Dari satu abad perjalanan hidup, yang paling ia kenang bukan pencapaian besar, bukan nama-nama penting yang pernah ia temui. Yang ia ingat adalah liburan keluarga dengan mobil Volkswagen Caravanette bersama anak-anaknya. Memori sederhana, tapi mungkin justru di situ letak bobotnya.
Di hari ulang tahunnya, ia dikelilingi keluarga dan sahabat. Banjir pesan ucapan selamat rupanya di luar dugaannya sendiri. "Saya tidak pernah menyangka akan ada luapan kebahagiaan yang begitu besar untuk saya, ini sangat menyenangkan," akuinya. Ia juga menyebut dirinya merasa "sangat bangga dengan keluarga saya" dan "kewalahan" oleh banyaknya pesan yang masuk.
Ile of Man, pulau kecil di Laut Irlandia itu, kini punya satu nama yang layak dicatat. Bukan karena Lillian Pike melakukan sesuatu yang spektakuler. Tapi karena ia konsisten melakukan hal-hal biasa, tanpa jeda, selama satu abad penuh. Kalau data ini bisa dipercaya sebagai pelajaran hidup, barangkali itulah yang paling susah ditiru.