Penerbangan OS82 Austrian Airlines dari Tel Aviv menuju Wina berakhir di Sofia, bukan Austria, setelah ancaman bom masuk saat pesawat sudah hampir menyentuh perbatasan Romania, Minggu (18/10/2026) malam. Rute pun buyar total.
Pesawat Airbus A320 berregistrasi OE-LZE itu membawa 51 penumpang dan enam kru. Begitu awak kokpit melaporkan ancaman tersebut, Angkatan Udara Bulgaria langsung mengerahkan jet tempur MiG-29 untuk mengawal pesawat komersial itu turun ke Bandara Sofia. Pukul 20.42 waktu Eropa Tengah, roda pesawat menyentuh landasan, kurang lebih setengah jam setelah ancaman diterima.
Data Flightradar24 merekam momen itu cukup gamblang. Pesawat sempat masuk wilayah udara Romania sekitar pukul 21.10 waktu setempat, lalu tiba-tiba berbelok ke selatan kembali ke Bulgaria. ADS-B Exchange mencatat pesawat memancarkan kode squawk 7700, sinyal darurat umum yang biasanya jadi tanda pertama bahwa sesuatu tidak beres di ketinggian 30 ribu kaki.
Seluruh penumpang langsung diturunkan begitu pesawat berhenti di apron Sofia untuk pemeriksaan keamanan menyeluruh. "Setelah pemeriksaan pesawat selesai, para penumpang akan dialihkan ke penerbangan lain sesegera mungkin," kata perwakilan maskapai. Kementerian Transportasi Bulgaria kemudian membentuk tim penanganan krisis dan memulai penyelidikan atas insiden ini.
Bukan yang pertama. Akhir September lalu, kopilot Flydubai dalam rute Dubai-Tel Aviv menyerang kapten pilot dan diduga berniat menjatuhkan pesawat, sebelum digagalkan kapten, kru, dan penumpang lain. Pekan lalu, Kroasia dan Jerman juga harus mengerahkan jet tempur setelah penerbangan Corfu-Nuremberg secara tidak sengaja memancarkan sinyal peringatan pembajakan.
Tiga insiden serius dalam rentang sebulan. Entah kebetulan atau tidak, pola ini agaknya cukup untuk membuat otoritas penerbangan Eropa, khususnya yang menangani rute Timur Tengah, duduk lebih serius mereviu protokol keamanannya.