JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Udang Setan Serbu Sungai Inggris, Ekosistem Lokal...

Internasional

Udang Setan Serbu Sungai Inggris, Ekosistem Lokal Terancam

Spesies invasif Dikerogammarus haemobaphes atau udang setan ditemukan di Holy Brook, anak Sungai Kennet, Inggris. Kehadiran predator agresif asal Laut Hitam ini memicu alarm bagi ekosistem perairan yang selama ini dilindungi.

Udang Setan Serbu Perairan Inggris, Spesies Asli Terancam

Seekor krustasea kecil tengah membuat kalang kabut otoritas lingkungan hidup Inggris. Spesies invasif bernama latin Dikerogammarus haemobaphes, yang lebih dikenal sebagai demon shrimp atau udang setan, ditemukan bercokol di Holy Brook, anak sungai dari Sungai Kennet yang mengalir melintasi Wiltshire dan Berkshire. Kawasan ini bukan sembarang perairan, statusnya dilindungi, dan kini menghadapi ancaman yang tidak mudah diusir.

Udang setan bukan pendatang baru di peta invasi biologis Eropa. Jejak pertama spesies ini tercatat di Danau Balaton, Hongaria, pada 1955. Dari sana, persebarannya merambah Austria, Belgia, Jerman, Polandia, Rusia, Ukraina, dan akhirnya Inggris, sebagian besar lantaran jaringan jalur air Eropa yang saling terhubung. Untuk tiba di Kepulauan Britania, udang asal Laut Hitam ini diyakini menumpang pada lambung kapal, lalu menyebar ke perairan lokal tanpa disadari oleh para pemancing dan pendayung kayak yang membawa alat basah mereka dari satu sungai ke sungai lain.

Apa yang membuat spesies ini begitu ditakuti? Ukurannya lebih besar dari spesies gammarid asli, dengan punggung bergaris khas yang mudah dikenali. Tapi bukan fisiknya yang paling mengkhawatirkan. Udang setan matang lebih cepat, berkembang biak lebih agresif, dan punya tingkat kesuburan yang jauh melampaui pesaing lokalnya. Toleransinya terhadap variasi suhu, kadar garam, dan kondisi sedimen yang luar biasa luas membuat spesies ini nyaris tanpa titik lemah biologis ketika masuk ke habitat baru. Bak pedang bermata dua: mudah masuk, mustahil dikeluarkan.

Dampaknya terhadap ekosistem tidak main-main. Udang setan memangsa ikan kecil dan telur ikan, sekaligus kalah efisien dibandingkan spesies asli dalam fungsi penyaringan air. "Periksa, Bersihkan, Keringkan itu sangat penting. Udang setan memakan ikan kecil, telur ikan, kurang efektif dalam membersihkan air dibandingkan spesies asli, dan sangat agresif. Mereka tidak seharusnya ada di lingkungan ini," tegas Anna Forbes, Manajer Pendidikan dan Penyuluhan organisasi amal Action for the River Kennet (ARK).

ARK kini mendesak siapa saja yang beraktivitas di sekitar perairan untuk menerapkan protokol 'Check, Clean, Dry' secara ketat: periksa seluruh peralatan dan pakaian sebelum berpindah lokasi, bersihkan dari segala organisme menempel, lalu keringkan sempurna sebelum digunakan kembali. Prosedur sederhana. Tapi kepatuhan yang rendah bisa berarti bencana bagi ekosistem sungai yang sudah lama stabil.

Masalah serupa bukan barang baru di Inggris Barat Daya. Di Prior Park Landscape Garden, Bath, udang karang sinyal Amerika sudah lebih dulu menimbulkan kerugian jutaan poundsterling. Pengalaman di sana memberikan gambaran betapa sulitnya membalikkan keadaan begitu spesies invasif benar-benar bersarang. "Kami telah mencoba membasmi mereka, tetapi kami terkejut betapa cepatnya populasi itu meningkat pesat setelah kerusakan diperbaiki. Kami sedang mempertimbangkan metode lain, seperti kemungkinan memperkenalkan predator, untuk mengatasi masalah ini," ungkap Piers Horry, manajer taman dan area luar ruangan Prior Park.

Skenario di Bath, kalau data ini bisa dipercaya sebagai cermin, agaknya menjadi peringatan paling keras: sekali spesies invasif menancapkan kaki, perang melawannya bisa berlangsung bertahun-tahun dengan biaya yang tidak sedikit. Apakah Holy Brook masih bisa diselamatkan sebelum terlambat? Entah. Yang pasti, waktu tidak berpihak pada mereka yang menunggu.