SABTU, 17 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Turis China Kemalingan di Gardens by the Bay, Dua...

Internasional

Turis China Kemalingan di Gardens by the Bay, Dua Paspor Masih Raib

Liburan perdana ke luar negeri seorang turis China berubah buruk setelah tas Louis Vuitton miliknya digasak di tengah pertunjukan Supertree Grove, Singapura. Dua dari tiga paspor di dalamnya belum ditemukan.

Turis China Kehilangan Dua Paspor Usai Tasnya Dicuri di Singapura

Liburan pertama ke luar negeri semestinya jadi kenangan manis. Bagi Lao Hei Liveree, turis asal China yang baru pertama kali menjejakkan kaki di luar negeri, malam di Gardens by the Bay justru berakhir dengan laporan polisi.

Insiden terjadi Senin, 5 Oktober 2026, ketika Lao bersama rekan-rekannya menyaksikan pertunjukan cahaya Supertree Grove. Tas Louis Vuitton miliknya yang diletakkan di belakang tempat duduk raib tanpa jejak. Bukan kaleng-kaleng isinya: tiga paspor, dompet Dior, uang tunai sekitar SGD 200 dan 800 yuan, perlengkapan kamera, peralatan siaran langsung, hingga earphone nirkabel.

Lao baru sadar kehilangan setelah mendengar langkah kaki tergesa di sekitarnya. Upayanya melacak earphone lewat ponsel kandas karena koneksi gagal tersambung. Naluri menyuruhnya bergerak cepat menuju pintu keluar taman.

Di sanalah kejar-kejaran bermula. Lao melihat seorang pria mencurigakan, lalu berpura-pura menanyakan arah. Bukannya menjawab, pria itu kabur. Lao mengejarnya dan berhasil merebut sebuah tas kertas dari tangannya. Tas LV memang ada di dalam, tapi sebagian isi sudah dikuras: paspor, kamera saku, perlengkapan siaran langsung, bahkan sepasang kaus kaki lenyap.

Seorang saksi sempat memberitahu Lao bahwa ada orang lain terlihat membawa kamera saku sambil menyembunyikan barang-barang di dalam kaus kaki. Satu paspor akhirnya ditemukan tergeletak di bawah pohon, agaknya dibuang begitu saja pelaku. Dua paspor lainnya masih raib.

Dari rekaman CCTV taman, Lao mendapati pria yang dikejarnya secara konsisten menghindari sorotan kamera pengawas saat bergerak. Bukan kebetulan. Karena itu Lao meyakini aksi ini melibatkan beberapa pelaku dengan pembagian peran: ada yang mengambil, ada yang menerima operan barang curian. Catatan penting: dugaan ini murni penilaian Lao berdasarkan pengalamannya sendiri, bukan temuan polisi.

Pengalaman itu langsung Lao unggah ke Xiaohongshu dan viral. Singapura selama ini dikenal dengan predikat negara paling aman di dunia, angka kriminalitas rendah, sistem pengawasan publik yang ketat. Kejadian seperti ini, entah kebetulan atau tidak, muncul di salah satu destinasi wisata paling ramai di kota itu. Ironis, kalau boleh dibilang begitu.

Kepolisian Singapura mengonfirmasi telah menerima laporan kejadian tersebut. Penyelidikan masih berjalan. Belum ada tersangka yang diamankan.