KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Trump Perdana Terbang dengan Boeing 747-8 Hibah Qa...

Internasional

Trump Perdana Terbang dengan Boeing 747-8 Hibah Qatar, Biaya Modifikasi Rp6,4 Triliun

Presiden AS Donald Trump melakukan penerbangan perdana dengan pesawat kepresidenan baru Boeing 747-8 hibah Qatar senilai US$400 juta, membawanya ke North Dakota untuk peresmian Perpustakaan Kepresidenan Theodore Roosevelt.

Trump melakukan perjalanan pertamanya dengan jet kepresidenan 'Flying White House' yang sangat mewah dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Rabu (1/7), Donald Trump akhirnya menaiki pesawat yang sudah lama ia bangga-banggakan: Boeing 747-8 hibah pemerintah Qatar yang kini resmi bertugas sebagai Air Force One sementara, menggantikan armada lama yang berkali-kali ia sebut sebagai peninggalan era Bush yang sudah uzur.

Tujuan pertamanya North Dakota, untuk menghadiri peresmian Perpustakaan Kepresidenan Theodore Roosevelt. Pilihan yang agaknya bukan kebetulan, momen simbolis untuk debut pesawat yang sudah lama jadi bahan omongan.

Pesawat 747-8 itu diserahkan keluarga kerajaan Qatar pada Mei 2025, nilainya sekitar US$400 juta. Tapi angka itu baru permulaan. Setelah diterima, pesawat harus jalani overhaul besar-besaran dengan biaya yang sama besarnya, fokus utama pada teknologi keamanan dan sistem komunikasi. L3Harris Technologies, yang menangani proyek modifikasi di Texas, memasang sistem yang memungkinkan presiden melakukan panggilan suara dan video terenkripsi ke mana pun pesawat terbang, layaknya sedang duduk di Gedung Putih. Trump juga mengonfirmasi pesawat ini sudah dilengkapi Starlink, layanan internet satelit milik Elon Musk.

Tidak berhenti di situ. Untuk menampung pesawat jumbo yang jauh lebih besar dari pendahulunya, Angkatan Udara AS membangun kompleks hanggar baru di Joint Base Andrews, seluas 400.000 kaki persegi, dengan biaya US$320 juta. Kru pun dilatih dari nol, termasuk lewat simulasi virtual 3D yang dibangun L3Harris. Bahkan kru dapur harus berlatih khusus mengoperasikan jenis oven berbeda yang terpasang di pesawat ini. Detail yang terdengar sepele, tapi krusial sebelum operasional perdana bisa dimulai.

Dari sisi tampilan, pesawat ini mencolok. Eksteriornya memadukan nuansa merah, putih, biru tua, dan kuning, desain yang dipilih langsung oleh Trump. Jauh berbeda dari livery biru muda klasik yang sudah jadi ikon Air Force One sejak era Kennedy.

Penggunaan pesawat ini sendiri bersifat sementara, mengisi kekosongan sembari menunggu dua pesawat kepresidenan baru yang proses pengerjaannya terus molor. Bagi Trump, ini sudah lebih dari cukup. Dalam kata-katanya sendiri, 747-8 ini adalah pesawat komersial terhebat yang pernah dibuat.

Tapi tidak semua sepakat. Penerimaan hibah senilai ratusan juta dolar dari pemerintah asing memicu kritik lintas partai, dari Demokrat maupun sebagian Republik, yang mempertanyakan etika dan implikasi keamanan nasional dari langkah ini. Kalau data ini bisa dipercaya, ini salah satu transfer aset asing ke pejabat AS yang paling kontroversial dalam beberapa dekade terakhir. Trump menepis semua keberatan itu, menegaskan rakyat Amerika seharusnya bangga, bukan mencibir.

Setelah North Dakota, Trump dijadwalkan lanjut ke Mount Rushmore, South Dakota, pada Jumat. Pesawat ini juga direncanakan tampil dalam flyover perayaan Hari Kemerdekaan AS di Washington, Sabtu mendatang. Debut publik yang dramatis, jauh lebih besar dari sekadar penerbangan biasa.