SELASA, 6 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Trump Pasang Target 5 Persen PDB di KTT NATO Ankar...

Internasional

Trump Pasang Target 5 Persen PDB di KTT NATO Ankara, Sekutu Eropa Masih Ketinggalan

Presiden AS Donald Trump hadir di KTT NATO Ankara dengan satu misi tegas: seluruh anggota aliansi harus menaikkan anggaran pertahanan ke level 5 persen PDB dalam 10 tahun, atau hadapi konsekuensi.

Trump Desak NATO Naikkan Anggaran Pertahanan 5 Persen PDB, Militer Eropa Masih Bergantung pada AS

KTT NATO di Ankara pekan ini bukan pertemuan biasa. Trump tiba dengan agenda yang sudah terkunci jauh sebelum pesawatnya mendarat di Turki: memastikan seluruh 32 negara anggota aliansi Atlantik Utara berkomitmen menaikkan belanja pertahanan menjadi 5 persen dari PDB dalam kurun 10 tahun. Target yang dua setengah kali lipat melampaui patokan lama 2 persen, yang selama ini saja sudah banyak yang gagal dipenuhi.

Angka 5 persen bukan sekadar aspirasi. Gedung Putih mengonfirmasi ini sebagai garis yang dibawa Trump ke Ankara, dan Duta Besar AS untuk NATO Matt Whitaker mempertegas pesan tersebut dengan nada yang tidak banyak ruang untuk tafsir. "Presiden Trump sepenuhnya berharap semua anggota segera bergerak menuju target 5 persen dan melaksanakannya dengan penuh urgensi," kata Whitaker kepada wartawan.

Kritik Trump soal ketimpangan beban pertahanan dalam NATO bukan barang baru. Bertahun-tahun, AS menanggung porsi terbesar anggaran aliansi sementara negara-negara Eropa, yang secara kolektif mengelola ekonomi raksasa, tetap menikmati payung keamanan Washington tanpa kontribusi sepadan. Bagi Trump, ini soal keadilan. Framing yang konsisten ia pakai sejak periode pertama menjabat pada 2017.

Sekjen NATO Mark Rutte mencoba memainkan peran penyeimbang. Ia menunjukkan bahwa komitmen negara-negara anggota memang terus merangkak naik sejak Trump pertama kali menekan aliansi soal anggaran. Peningkatan bertahap, agaknya, tidak cukup untuk memuaskan Washington yang kini pasang target berlipat ganda.

Agenda KTT Ankara jauh lebih padat dari sekadar dompet pertahanan. Perang Ukraina yang belum ada tanda-tanda usai tetap mendominasi meja pembahasan. Trump dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela pertemuan, menyusul pembicaraan telepon yang ia lakukan dengan Zelensky sekaligus Presiden Rusia Vladimir Putin pada 4 Juli lalu. Trump juga menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa.

Pengamat senior Hudson Institute Luke Coffey menyebut KTT Ankara sebagai "rapor pertama" pasca-kesepakatan Den Haag tahun lalu. Kalau para pemimpin NATO datang dengan rencana konkret yang meyakinkan, Trump bisa pulang dengan kemenangan politik yang lumayan besar. Kalau tidak, tensi antara Washington dan sekutu-sekutunya bisa kembali memanas. Bukan skenario asing.

Satu pertanyaan yang menggantung, dan belum ada yang berani jawab terang-terangan: seberapa serius "konsekuensi" yang dimaksud Trump bagi anggota yang tidak memenuhi target? Selama ini, ancaman Trump terhadap NATO lebih sering jadi alat tekan ketimbang tindakan nyata. Tapi dengan target 5 persen yang jauh lebih agresif dari sebelumnya, bisa jadi kali ini taruhannya berbeda. Entah kebetulan atau tidak, momentum ini datang tepat saat anggaran pertahanan Eropa sedang menjadi soal politik domestik di sejumlah ibu kota.