JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Trump Minta Konser HUT ke-250 AS Dibatalkan usai M...

Internasional

Trump Minta Konser HUT ke-250 AS Dibatalkan usai Musisi Kabur

Donald Trump meminta rangkaian konser perayaan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat dibatalkan setelah mayoritas artis utama mundur karena menilai acara itu terlalu sarat muatan politik.

Trump Minta Konser HUT ke-250 AS Dibatalkan Usai Sejumlah Musisi Mundur

Perayaan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat yang seharusnya jadi momen bersejarah kini malah berubah jadi kegaduhan yang memalukan, setidaknya dari sisi panggung hiburannya.

Lewat unggahan di Truth Social, Presiden Donald Trump secara terbuka meminta rangkaian pertunjukan musik bertajuk Great American State Fair dihentikan. Kekesalannya tidak disembunyikan. "Batalkan saja. Kita seharusnya menggelar kampanye besar-besaran MAGA untuk peringatan 250 tahun ini, daripada menghadirkan penyanyi-penyanyi mahal yang membosankan dan tidak melakukan apa-apa selain mengeluh," tulisnya.

Acara ini sejak awal dirancang lumayan ambisius: 16 hari pertunjukan, 25 Juni hingga 10 Juli, di National Mall, Washington DC, dengan sembilan artis utama yang sudah diumumkan. Sayangnya, satu per satu nama mulai coret diri.

Martina McBride yang dijadwalkan mengisi malam pembukaan memilih mundur. Bret Michaels dari band Poison, The Commodores, dan Young MC menyusul. Alasan mereka senada: acara yang semula diklaim nonpartisan ternyata bergeser ke wilayah yang terlalu politis. Young MC via media sosialnya menyatakan para artis tidak diberi tahu soal keterlibatan politik sejak awal. "Saya berharap dapat tampil di Washington DC pada masa mendatang dalam sebuah acara yang tidak terlalu sarat muatan politik," ujarnya. McBride mengeluhkan hal serupa, bahwa ia dijual janji acara nonpartisan, bukan yang seperti ini.

Polemik tak berhenti di sana. Duo Milli Vanilli ikut terseret dengan cara yang lebih absurd. Penyanyi asli yang mengisi vokal lagu-lagu ikonik mereka tegas menolak tampil, sementara Fab Morvan, salah satu anggota tur, menyatakan tetap hadir. Entah kebetulan atau tidak, situasi itu cukup merepresentasikan ironi dari seluruh acara ini.

Pertanyaannya: siapa yang masih mau naik panggung? Vanilla Ice dan Flo Rida. Vanilla Ice bahkan turun tangan langsung membela lewat video Instagram-nya. "Ini bukan platform politik. Ini adalah perayaan ulang tahun AS," tegasnya. Klaim yang agaknya sulit dipertahankan, kalau data ini bisa dipercaya, mengingat Trump sendiri sudah terang-terangan menyebut "kampanye MAGA" dalam konteks perayaan yang sama.

Sepanjang sejarah Amerika, perayaan besar selalu jadi arena tarik-menarik antara selebrasi murni dan kepentingan politik. Jarang yang berakhir dengan sang Presiden meminta acaranya sendiri dibubarkan. Bukan dengan cara yang direncanakan siapapun.