KAMIS, 8 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Trump Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Terorisme,...

Internasional

Trump Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Terorisme, Sanksi 47 Tahun Bakal Berakhir

AS resmi memulai proses pencabutan status 'negara sponsor terorisme' terhadap Suriah setelah pertemuan Trump dan al-Sharaa di sela KTT NATO Ankara. Label yang melekat sejak 1979 ini akan gugur dalam 45 hari jika Kongres tidak memblokir.

AS Cabut Label Suriah Sebagai Negara Pendukung Terorisme

Empat puluh tujuh tahun setelah Washington menempelkan label "negara sponsor terorisme" pada Damaskus, Donald Trump memilih panggung KTT NATO di Ankara untuk merobek label itu.

Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa pada Selasa (8/7/2026), Trump menyerahkan surat yang menegaskan komitmen pemerintahannya menghapus semua hambatan yang menghalangi pemulihan Suriah. Keputusan itu kini memasuki masa peninjauan wajib 45 hari di Kongres. Jika tidak ada penolakan, Suriah resmi keluar dari daftar State Sponsors of Terrorism yang telah membuntutinya sejak 1979.

Ketika wartawan bertanya apakah ia akan mencabut status itu, Trump menjawab santai tapi tegas, "Saya rasa saya akan melakukannya. Kenapa tidak? Dia telah melakukan pekerjaan yang hebat." Kalimat itu terdengar ringan. Implikasinya, sama sekali tidak.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebut langkah ini sebagai "langkah bersejarah" yang membuka jalan bagi perdagangan internasional, investasi asing, dan proses rekonstruksi negara yang porak-poranda. "Suriah yang stabil, bersatu, dan hidup damai dengan rakyatnya maupun negara-negara tetangga akan memberikan manfaat bagi kawasan dan dunia," ujar Rubio.

Al-Sharaa sendiri, mantan pemimpin kelompok pemberontak yang kini duduk di kursi presiden pasca-tumbangnya dinasti Assad pada 2024, menyambut keputusan itu dengan pernyataan bahwa rakyat Suriah sangat menghargai langkah Trump beserta dukungan dari Turki dan negara-negara Teluk. Ia menegaskan bahwa Suriah telah mencapai tonggak penting: membebaskan negara, menggulingkan rezim lama, dan menyatukan kembali bangsa.

Bagi Suriah, pencabutan status ini bukan sekadar urusan citra. Hampir lima dekade, label sponsor terorisme jadi tembok yang memisahkan Damaskus dari sistem keuangan global, investasi asing, dan bantuan internasional yang sebenarnya sangat dibutuhkan untuk membangun kembali infrastruktur yang luluh lantak. Arab Saudi dan sejumlah negara Teluk sebelumnya sudah menyatakan kesiapan terjun membantu rekonstruksi, tapi selama sanksi AS belum dicabut, banyak pihak masih hitung-hitungan risiko, kalau data ini bisa dipercaya.

Apakah Kongres akan memblokir? Agaknya tidak. Probabilitas itu disebut sendiri oleh pejabat AS sebagai "kecil kemungkinannya." Artinya, dalam 45 hari, peta hubungan Washington-Damaskus bisa berubah lebih drastis dari yang terjadi dalam empat dekade terakhir.

Satu pertanyaan yang belum terjawab: seberapa cepat kepercayaan bisa menggantikan 47 tahun kecurigaan.