Dua kebijakan berbeda meluncur dari Washington dalam rentang waktu berdekatan, dan keduanya mengarah ke satu benang merah: Donald Trump tengah menata ulang pendekatan Amerika Serikat terhadap kecerdasan buatan secara serius.
Trump mendadak mencabut peraturan presiden soal AI yang sebelumnya berlaku, dengan alasan regulasi lama itu berpotensi menguntungkan China. Bukan sekadar gestur politik. Kebijakan lama dinilai terlalu membebani industri domestik dengan lapisan aturan yang, alih-alih melindungi, justru memperlambat laju inovasi AS di saat Beijing terus menggeber investasi di sektor yang sama.
Bersamaan dengan itu, Trump menunjuk mantan Jaksa Agung Pam Bondi untuk masuk ke dalam Presidential Council of Advisors for Science and Technology, atau PCAST. Penunjukan yang dilaporkan Axios ini menempatkan Bondi dalam peran yang agak tidak biasa: mediator antara Gedung Putih dan deretan miliarder teknologi yang duduk di dewan yang sama.
Dewan itu bukan sembarang panel. Dipimpin David Sacks, mantan penasihat AI Gedung Putih, dan Michael Kratsios selaku penasihat sains, keanggotaannya mencakup Jensen Huang dari Nvidia, Mark Zuckerberg dari Meta, hingga Larry Ellison dari Oracle. Bondi masuk ke lingkaran yang rata-rata anggotanya punya valuasi perusahaan ratusan miliar dolar. Tidak main-main.
Wakil Presiden JD Vance menyambut penunjukan itu dengan antusias. "Pam telah menjadi aset yang sangat berharga bagi tim presiden, dan saya sangat senang bahwa ia akan terus terlibat dalam menghadapi beberapa isu terpenting yang dihadapi pemerintahan ini," kata Vance.
Konteks penunjukan Bondi, agaknya, tidak bisa dilepaskan dari drama sebelumnya. Trump memecat Bondi dari kursi Jaksa Agung bulan lalu setelah serangkaian masalah pengelolaan perkara hukum, termasuk kegagalan menangani berkas kasus perdagangan manusia Jeffrey Epstein. Sejumlah tuntutan hukum bermotif politik terhadap lawan-lawan Trump di bawah pengawasannya juga berakhir antiklimaks, memantik pencopotan beberapa jaksa. Kursi di PCAST bisa dibaca sebagai cara Trump mempertahankan Bondi di orbit kekuasaan, meski dengan tugas yang jauh berbeda.
Kembali ke soal AI, pencabutan perpres lama itu sejalan dengan sinyal yang sudah lama dikirimkan kubu Trump: regulasi berlebihan adalah musuh daya saing. China terus mendorong batas kemampuan model bahasa besar dan chip domestiknya. Washington, kalau data ini bisa dipercaya, memilih jalan deregulasi ketimbang pengawasan ketat. Pertanyaannya, berapa lama taruhan ini bertahan sebelum konsekuensinya kelihatan?