MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Transaksi IHSG Ambles 35,9%, Kapitalisasi Pasar Me...

Finansial

Transaksi IHSG Ambles 35,9%, Kapitalisasi Pasar Menyusut ke Rp10.287 Triliun

Bursa saham Indonesia mencatat sepekan lesu dengan rata-rata nilai transaksi harian terpangkas hampir 36% menjadi Rp11,27 triliun, sementara kapitalisasi pasar BEI ikut tergerus ke level Rp10.287 triliun.

Bursa Saham Indonesia Masih Sepi - Market

Pekan ini bursa saham Indonesia sepi betul. Rata-rata nilai transaksi harian IHSG ambles 35,9% menjadi Rp11,27 triliun, turun dari Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya, berdasarkan siaran pers Bursa Efek Indonesia.

Penyusutan hampir 36% dalam satu pekan bukan koreksi teknikal biasa. Angka itu mencerminkan selera investor yang sedang tidak bergairah, entah karena menunggu katalis baru atau sekadar menghindari risiko saat ketidakpastian belum juga reda.

Volume harian ikut ambruk. Rata-rata volume transaksi harian terpangkas 30,35% menjadi 17,54 miliar lembar saham, dari posisi 25,18 miliar lembar sepekan sebelumnya. "Rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami perubahan sebesar 35,9% menjadi Rp11,27 triliun dari Rp17,58 triliun," kata Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad lewat siaran pers, dikutip Minggu (5/7/2026).

Kapitalisasi pasar pun terseret. BEI mencatat nilainya menyusut ke Rp10.287 triliun, mencerminkan koreksi harga yang merata di berbagai saham selama sepekan perdagangan. Masif, kalau boleh dibilang.

Sepanjang pekan, IHSG bergerak lesu dan gagal mempertahankan momentum dari minggu sebelumnya. Pelaku pasar agaknya lebih memilih posisi wait and see. Bukan fenomena baru ini, likuiditas memang kerap menipis di pertengahan tahun, ketika libur panjang dan rebalancing portofolio institusional datang bersamaan bak dua arus yang saling menguras.

Bagi investor ritel, kondisi seperti ini patut dicermati. Pasar yang sepi tidak otomatis berbahaya, tapi pergerakan harga dengan volume tipis lebih mudah dimanipulasi. Risiko yang tidak bisa dianggap enteng.