SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Market  ›  Trading Idea: Enam Saham Pilihan di Tengah Gempura...

Market

Trading Idea: Enam Saham Pilihan di Tengah Gempuran Jual Asing

IHSG berpotensi lanjut melemah hari ini setelah kemarin ditutup turun 0,94% dengan net sell asing hampir Rp1,9 triliun. BNI Sekuritas menyodorkan enam ide trading untuk diantisipasi.

Net sell asing hampir Rp1,89 triliun kemarin. Angka yang cukup besar untuk bikin IHSG tersungkur 0,94% di penutupan Jumat, dan tekanan itu agaknya belum selesai.

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memproyeksikan indeks berpotensi kembali melemah pada perdagangan Senin (30/3). Level support IHSG diperkirakan di kisaran 6.900-7.000, sementara resistance dipatok di rentang 7.130-7.160. Ruang geraknya sempit. Buat yang masih pegang posisi, ini bukan kondisi untuk ugal-ugalan.

Paling banyak dihajar asing kemarin adalah deretan bluechip perbankan dan telko: BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, dan TLKM. Bukan kebetulan, tentu. Ketika asing keluar besar-besaran, yang pertama dilepas selalu yang paling likuid.

Dari sisi global, Wall Street juga tidak memberikan angin segar. Jumat lalu, Dow Jones amblas 1,73%, S&P 500 melemah 1,67%, dan Nasdaq terkoreksi paling dalam di 2,15%. Pemicunya: lonjakan harga minyak setelah Iran dilaporkan menutup akses Selat Hormuz, jalur distribusi energi yang krusial bagi pasar global. Minyak Brent sudah di level US$112,57 per barel, WTI di US$99,64. Kalau eskalasi di sana tidak segera mereda, variabel ini bisa jadi gangguan yang panjang.

Lalu apa yang bisa dikoleksi? Fanny menyodorkan enam nama.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) masuk kategori Spec Buy di area 2.350-2.390, cutloss di bawah 2.330, target dekat 2.430-2.450. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) direkomendasikan Buy on Weakness di kisaran 206-210, cutloss di bawah 204, target 218-224.

PT Indointernet Tbk (INET) agak berbeda strateginya: Buy if Break 266. Kalau level itu tidak tertembus, tahan dulu. Target terdekat 274-280, cutloss di bawah 258. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) juga Buy on Weakness di 1.820-1.840, cutloss 1.810, target 1.860-1.910. Harga minyak yang sedang membara bisa jadi katalis positif bagi emiten energi satu ini.

Dua nama terakhir adalah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Hartanah Emas Tbk (EMAS). MBMA masuk Spec Buy di area 665, cutloss di bawah 660, target 690-730. EMAS, juga Spec Buy, area belinya di 8.300-8.500, cutloss di bawah 8.300, target 8.675-8.975.

Enam rekomendasi ini sifatnya taktis jangka pendek. Pasar masih rawan. Disiplin cutloss, seperti biasa, bukan opsional.