SABTU, 26 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Toncoin Reli 108%, Acton Toolkit Siapkan TON untuk...

Finansial

Toncoin Reli 108%, Acton Toolkit Siapkan TON untuk Era Agen AI

Telegram ambil alih peran validator utama TON dan meluncurkan toolkit developer Acton, memicu lonjakan harga Toncoin lebih dari 100% sebelum terkoreksi tajam pekan ini.

Toncoin Meroket 108 Persen di Bittime, Dominasi Telegram Dorong Lonjakan Harga Signifikan - katakabar.com

Satu pengumuman dari Pavel Durov ternyata cukup untuk mengguncang pasar.

Pada 4 Mei lalu, pendiri Telegram itu menyatakan platform pesannya akan menggantikan TON Foundation sebagai penggerak utama jaringan The Open Network (TON), sekaligus menjadi validator terbesar. Pasar langsung bereaksi keras. Toncoin melonjak lebih dari 100% dalam sepekan, dan di platform lokal Bittime, kenaikan $TON bahkan tercatat menyentuh 108% hanya dalam tujuh hari. Volume perdagangan di Bittime ikut terseret naik, menyentuh $90.000.

Bukan angka kecil untuk aset yang selama ini kerap dianggap "terlalu niche" oleh sebagian investor ritel Indonesia.

Tapi momentum itu tak bertahan lama. Per 11 Mei, Toncoin diperdagangkan di kisaran $2,31, sudah tergerus sekitar 9,7% hanya dalam sehari. Koreksi yang cukup dalam setelah reli yang, jujur saja, tergolong spektakuler untuk ukuran token Layer 1 dalam kondisi pasar seperti sekarang.

Di saat harga bergejolak, tim TON Core justru meluncurkan sesuatu yang agaknya lebih berdampak jangka panjang: toolkit developer bernama Acton, dirilis resmi pada 8 Mei.

Acton hadir untuk menggantikan apa yang selama ini menjadi keluhan utama para developer TON, yaitu tooling yang terpencar-pencar dan tidak efisien. Toolkit ini menyatukan seluruh alur kerja ke dalam satu antarmuka command-line tunggal, mulai dari penyiapan proyek, pengujian, debugging, integrasi dApp, hingga deployment dan verifikasi. Dibangun di atas Tolk, bahasa smart contract baru TON yang dirilis Juli 2025 dan memangkas biaya gas hingga 40%, Acton menjadikan proses itu jauh lebih ramping.

Tagline resminya berbunyi: "Built for humans. Perfect for AI."

Bukan sekadar branding. Acton secara eksplisit dirancang agar agen AI bisa membaca, memahami, dan mengonversi template kontrak menjadi "robot" on-chain yang mampu mengeksekusi aksi multi-langkah tanpa pemicu manual. Durov menyebut membangun di TON kini 10 kali lebih cepat dibanding sebelumnya.

Klaim yang masih perlu dibuktikan di lapangan, tentu. Tapi arahnya jelas.

Persaingan antar blockchain kini bukan lagi semata soal siapa yang paling cepat atau paling murah. Developer experience menjadi medan tempur baru. Seberapa cepat sebuah builder bisa meluncurkan aplikasi yang aman, dan apakah tooling-nya cukup bersih untuk dibaca agen AI, dua pertanyaan itu yang sekarang jadi pertimbangan. Acton menjawab keduanya sekaligus.

Anatoly Makosov, core developer di TON Core, menyebut rilis Tolk sebagai titik balik bagi ekosistem developer TON. Acton, kata dia, memperluas momentum itu dengan membungkus bahasa tersebut ke dalam runtime yang ramah agen.

Secara fundamental, ekosistem TON memang sedang dalam laju yang solid. Jaringan memproses lebih dari 1 juta transaksi harian sepanjang kuartal pertama 2026. Total value locked menembus $1 miliar. Integrasi yang semakin erat dengan infrastruktur Telegram, yang punya ratusan juta pengguna aktif, membuka potensi adopsi yang sulit diabaikan.

Masif, kalau tren ini bertahan.

Buat investor ritel yang sudah terlanjur beli di puncak reli minggu lalu, pertanyaannya sekarang bukan soal apakah ekosistem TON punya fondasi. Pertanyaannya: seberapa sabar mereka bisa nunggu harga kembali?