SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Tiga Sinyal Bullish XRP Menyala Bersamaan, Narasi...

Finansial

Tiga Sinyal Bullish XRP Menyala Bersamaan, Narasi Supercycle Mulai Menggema

XRP diperdagangkan di kisaran US$1,04-1,05 dengan tiga sinyal teknikal dan on-chain yang muncul bersamaan, sementara narasi supercycle mulai mendapat traksi serius di kalangan trader.

Pemilik IQ Tertinggi Dukung XRP Supercycle saat 3 Sinyal Bullish Muncul Sekaligus

Sepanjang sepekan terakhir, XRP amblas 6,81 persen. Tapi justru di situ ceritanya mulai menarik.

Pada Selasa, 30 Juni 2026, token milik Ripple ini diperdagangkan di kisaran US$1,04 hingga US$1,05, atau sekitar Rp18.600 per unit berdasarkan kurs Rp17.872, dengan kapitalisasi pasar masih bertahan di US$65,31 miliar, setara Rp1,16 kuadriliun. Di permukaan, pergerakannya terlihat lesu, ikut-ikutan pemulihan pasar kripto secara luas tanpa katalis spesifik yang jelas. Tapi di bawah permukaan, tiga sinyal sedang bersatu dalam cara yang, agaknya, tidak banyak yang perhatikan.

Sinyal pertama datang dari indikator Tom DeMark Sequential pada chart harian. Setup ini mencetak angka "9", sebuah pola yang secara historis menandakan kelelahan tren turun dan sering mendahului reli dalam satu hingga empat candle. Sinyal kedua adalah pola Morning Star Doji, tiga sesi lilin yang terbentuk tepat di zona support US$1,02 hingga US$1,07. Pola pembalikan klasik yang muncul di level harga kritis.

Sinyal ketiga agak berbeda karena berasal dari data on-chain, bukan chart. Jumlah alamat aktif harian di jaringan XRP melonjak dari sekitar 23.000 pada 14 Juni menjadi hampir 39.500 dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan hampir 72 persen. Bukan sekadar angka, ini mencerminkan keterlibatan jaringan yang nyata, bukan posisi spekulatif yang mengambang.

Ketiga sinyal ini bertemu di satu titik. Kombinasi yang jarang terjadi bersamaan. Konfirmasi teknikal tetap butuh volume beli yang konsisten dan breakout bersih di atas resistance terdekat di US$1,30, tapi setidaknya fondasinya mulai terbentuk.

Bersamaan dengan itu semua, muncul narasi yang lebih besar dan lebih berani: supercycle.

YoungHoon Kim, pemegang rekor IQ tertinggi terverifikasi di dunia dengan skor 276, secara terbuka menyatakan di X bahwa XRP Supercycle baru saja dimulai. Pernyataan itu langsung menyebar di komunitas kripto. Bisa jadi hanya noise, kalau saja tidak ada data historis yang menyertainya.

Analis teknikal ChartNerdTA memaparkan bahwa pergerakan XRP dari satu puncak siklus ke puncak berikutnya rata-rata terjadi setiap tiga hingga lima tahun selama lebih dari satu dekade. Struktur siklus ini diklaim sebagai salah satu yang paling konsisten di sektor aset kripto. Jika titik bawah memang terbentuk di 2026, puncak berikutnya bisa berada di rentang 2028 hingga 2030. Klaim yang masih perlu dibuktikan pasar, entah kebetulan atau tidak, kerangka waktunya cukup spesifik untuk dicermati.

Dukungan dari sisi institusional juga tidak absen. Arus masuk ETF XRP spot dilaporkan masih berlangsung bahkan ketika ETF Bitcoin dan Ethereum justru mengalami arus keluar. Ekspansi jaringan pembayaran lintas negara Ripple di koridor internasional turut menjaga minat institusional tetap hidup.

Pertanyaannya sekarang: apakah tiga sinyal teknikal ini cukup jadi batu loncatan, atau sekadar jeda sesaat sebelum koreksi berlanjut? XRP masih sekitar 70 persen di bawah all-time high Juli 2025. Jawabannya menentukan apakah ini titik akumulasi sejati atau jebakan bull trap yang klasik.