Pengadilan Negeri Baja California resmi menutup babak paling menyakitkan dari kasus yang mengguncang komunitas peselancar internasional: tiga pria masing-masing divonis 158 tahun 9 bulan penjara atas pembunuhan berencana terhadap dua bersaudara asal Australia dan seorang warga Amerika Serikat. Total hukuman ketiganya mencapai 476 tahun lebih, angka yang bukan sekadar simbolik.
Ketiga terpidana, Jesus Gerardo yang dikenal dengan julukan El Kekas, Irineo Francisco, dan Angel Jesus, dinyatakan bersalah sepekan sebelum sidang vonis pada 16 Oktober. Nama lengkap mereka tidak dipublikasikan sesuai ketentuan hukum Meksiko. Hakim juga memerintahkan ketiganya membayar kompensasi kepada keluarga korban.
Korban adalah Jake Robinson (33 tahun) dan Callum Robinson (30 tahun), kakak beradik asal Australia, serta teman mereka dari AS, Jack Carter Rhoad (30 tahun). Ketiganya berkemah dan berselancar di kawasan pantai terpencil dekat Punta San Jose, Ensenada, ketika diserang sekitar 27 April 2024. Baru sekitar 36 jam mereka menyeberangi perbatasan dari AS menuju Meksiko saat semuanya terjadi.
Beberapa hari setelah dilaporkan hilang, jasad ketiganya ditemukan di dasar sebuah sumur di atas tebing pada 3 Mei 2024. Luka tembak di kepala. Truk pikap mereka hangus beberapa kilometer dari sana. Proses pencarian melibatkan FBI, yang turun tangan atas permintaan otoritas Meksiko.
Pemicunya, menurut jaksa, berawal dari upaya perampokan kendaraan. Aksi itu berakhir jauh lebih kelam. Gisell Silva (23 tahun), kekasih El Kekas, disebut sebagai otak yang menghasut kaki tangannya untuk merampok para korban. Ditangkap beberapa hari setelah kejadian, ia pada November 2025 mengaku bersalah atas perampokan bersenjata serta pencurian kendaraan. Hukumannya: 20 tahun penjara dalam persidangan terpisah.
Persidangan berlangsung sekitar sebulan. Orang tua Jake dan Callum, Martin dan Debra Robinson, datang langsung dari Australia untuk mengikuti jalannya proses hukum. Di ruang sidang, Debra menyampaikan bahwa pembunuhan itu telah merenggut seluruh masa depan yang dibayangkan keluarga bersama kedua putranya. Setelah putusan bersalah dibacakan pekan lalu, pasangan Robinson meninggalkan Meksiko, mereka mengikuti sidang vonis secara daring dari Australia.
"Keadilan tidak akan pernah bisa mengganti kehilangan seorang anak," ungkap Page Rhoad, ibu Jack Carter, tepat setelah vonis dibacakan. "Tapi orang-orang ini tidak akan pernah bisa menyakiti siapa pun lagi."
Kasus ini kembali menyalakan perdebatan soal keamanan wisatawan di Baja California, kalau bisa dibilang begitu. Ensenada selama ini dikenal sebagai surga berselancar yang menarik ribuan wisatawan asing tiap tahunnya, dan perekonomian kawasan itu bergantung besar pada sektor pariwisata. Sejumlah peselancar lokal menyerukan peningkatan keamanan bagi penduduk maupun pengunjung, merujuk pada serangkaian insiden kekerasan lain di wilayah tersebut. Vonis hampir lima abad penjara mungkin memuaskan rasa keadilan. Pertanyaan yang lebih besar soal keamanan Meksiko bagi wisatawan asing? Belum ada jawaban yang memuaskan.