Berbulan-bulan penyidik federal AS memantau sebuah toko ritel biasa bernama "Buy 4 Less" di kawasan Otay Mesa, California, sebelum akhirnya mereka tahu persis apa yang tersembunyi di bawahnya.
Operasi penggerebekan itu berujung pada penemuan terowongan bawah tanah sepanjang 590 meter yang menghubungkan Tijuana, Meksiko, ke sisi AS melalui Pelabuhan Masuk Otay Mesa. Di dalam terowongan dan sekitar toko, penyidik menemukan lebih dari 1.000 kilogram kokain yang diyakini sudah siap dimuat ke truk untuk didistribusikan lebih jauh. Nilainya ditaksir lebih dari US$ 45 juta, setara Rp 808 miliar.
Bukan terowongan sembarangan. Kedalaman lorong ini mencapai 16,8 meter dari permukaan tanah, tinggi 1,4 meter, dengan dinding diperkuat, sistem rel dan ventilasi, pasokan listrik mandiri, serta akses keluar-masuk menggunakan lift hidraulik. Video yang dirilis Departemen Kehakiman AS memperlihatkan tangga beton yang dibangun kokoh menuju ke dalam lorong, lantai cor, dan dinding yang dipahat dari batu. Infrastruktur sekelas itu butuh waktu, uang, dan keahlian yang tidak sedikit. Tidak main-main.
Kepala Patroli Perbatasan AS sektor San Diego, Justin De La Torre, menyebut temuan ini sebagai bukti nyata kerja sama lintas negara. "Organisasi kriminal terus mencari cara untuk mengeksploitasi perbatasan kami, tetapi mereka meremehkan tekad para pria dan wanita yang melindunginya," ujarnya. De La Torre menambahkan bahwa penemuan terowongan ini mencerminkan kemitraan kuat dan komitmen teguh aparat penegak hukum di kedua sisi perbatasan.
Sedikitnya empat orang telah didakwa terkait kasus ini, dua dari San Diego dan dua lainnya berkewarganegaraan Meksiko, atas dugaan impor narkoba ilegal.
Sejak 1993, Departemen Kehakiman AS mencatat sudah ada 99 terowongan bawah tanah yang ditemukan di Distrik Selatan California. Dari angka itu, 28 dikategorikan sebagai terowongan mutakhir. Terakhir kali jalur operasional serupa ditemukan di area yang sama adalah pada 2022. Hampir empat tahun, kalau dihitung. Entah kebetulan atau tidak, operasi bawah tanah ini rupanya berjalan cukup lama tanpa terendus.
Pertanyaannya, seberapa jauh jaringan distribusi kokain ini sudah bekerja sebelum akhirnya terbongkar? Agaknya itu yang kini sedang didalami penyidik.