RABU, 14 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Taruhan Misterius di Kalshi Sebelum Katie Zacharia...

Internasional

Taruhan Misterius di Kalshi Sebelum Katie Zacharia Diumumkan Jadi Sekretaris Pers

Tiga taruhan kecil dengan nilai total kurang dari US$175 masuk ke platform prediksi Kalshi sebelum pengumuman resmi penunjukan Katie Zacharia sebagai sekretaris pers Gedung Putih. Kalshi kini menyelidiki kemungkinan insider trading.

Taruhan Misterius pada Sekretaris Pers Baru Trump Bisa Ubah US$173 Menjadi US$9.600

Sekitar pukul 22.43 waktu AS hari Kamis, sebuah taruhan senilai US$19 masuk ke Kalshi. Taruhannya: Katie Zacharia akan menjadi sekretaris pers Gedung Putih. Peluangnya saat itu? Sekitar 1%. Nyaris nol.

Dua puluh menit setelah dua taruhan susulan masuk pada Jumat siang, The New York Times mulai memberitakan penunjukan tersebut. Trump lalu mengonfirmasi sendiri lewat Truth Social. Kalshi, platform prediction market di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), kini tengah menyelidiki ketiga transaksi itu.

Angkanya mencolok. Taruhan pertama senilai US$19 berpotensi membayar US$1.896. Dua taruhan berikutnya, masing-masing US$74 dan US$80, bisa menghasilkan US$3.689 dan US$4.023. Total modal yang dipertaruhkan kurang dari US$175, dengan potensi imbal hasil melampaui US$9.500. Dalam mekanisme Kalshi, setiap kontrak bernilai US$1 bila peristiwa benar-benar terjadi, sehingga peluang 1% berarti harga beli sekitar satu sen per kontrak.

Zacharia bukan nama yang ada di radar para bettor sebelumnya. Pengacara sekaligus komentator tetap di Fox News dan Newsmax ini dikenal sebagai konsultan komunikasi untuk Trump Media & Technology Group, perusahaan induk Truth Social. Dia menggantikan Karoline Leavitt yang menjabat sejak awal periode kedua Trump. Setelah pengumuman itu tersebar, Zacharia menulis bahwa melayani Trump dan rakyat Amerika di momen 250 tahun ini adalah kehormatan sepanjang hidupnya.

Konferensi pers perdananya langsung memantik kontroversi. Gaya dan substansi yang ia bawa ke podium Gedung Putih mengundang sorotan tajam, dan bagi sebagian pengamat, 14 menit pertamanya sudah cukup untuk memetakan karakter komunikasi pemerintahan Trump ke depannya.

Soal penyelidikan, Kalshi sudah pernah melewati jalan ini. Agustus lalu, Gabriel Perez, operator teleprompter Trump, menyelesaikan kasus serupa dengan CFTC setelah terbukti memasang taruhan atas isi pidato presiden menggunakan informasi non-publik. Perez harus mengembalikan US$107.539, membayar denda US$65.000, dan menerima larangan trading selama tiga tahun.

Bahkan sebelum kasus Perez, serangkaian taruhan yang waktu pemasangannya terlalu presisi soal operasi militer Iran sempat memaksa Gedung Putih mengeluarkan memo internal, memperingatkan seluruh staf agar tidak memanfaatkan informasi eksklusif untuk kepentingan pribadi. Bulan lalu, para legislator membuka penyelidikan insider trading terpisah terhadap tiga platform lain. Polanya, kalau boleh jujur, mulai terbaca.

Kalshi tidak menampilkan identitas trader secara publik, tapi platform itu tetap merekam siapa yang memasang setiap taruhan. Ke mana arah penyelidikan kali ini, belum ada pernyataan resmi. Yang tersisa hanya satu pertanyaan sederhana, dan cukup mengganggu: bagaimana seseorang bisa begitu yakin pada kandidat berpeluang 1% sebelum berita itu menyebar?