SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Tanpa Kabar ke Polandia: AS Batalkan 4.000 Tentara...

Internasional

Tanpa Kabar ke Polandia: AS Batalkan 4.000 Tentara, Eropa Mulai Hitung Ulang

Washington tiba-tiba membatalkan pengiriman 4.000 tentara ke Polandia tanpa notifikasi sebelumnya ke pemerintah Warsawa, mempertebal kekhawatiran Eropa soal komitmen keamanan Amerika.

AS Tiba-tiba Batal Kirim 4.000 Tentara ke Polandia, Kenapa?

Polandia tidak diberitahu. Itu saja sudah cukup.

Keputusan Washington membatalkan pengerahan 4.000 tentara ke negara yang selama ini dianggap salah satu sekutu paling setia AS di sisi timur NATO datang mendadak, tanpa koordinasi, dan baru diketahui Warsawa lewat telepon setelah semuanya sudah terjadi.

Pembatalan Tim Tempur Brigade Lapis Baja ke-2 ini mencuat dalam sidang kongres. Jenderal Christopher LaNeve, Plt kepala staf Angkatan Darat AS, mengakui bahwa instruksi datang dari kantor Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Beberapa elemen unit bahkan sudah dikirim ke luar negeri, peralatannya tengah dalam perjalanan, ketika perintah berbalik arah tiba. Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll hanya menyebut pembatalan itu terjadi "beberapa hari yang lalu" tanpa penjelasan lebih lanjut.

Anggota DPR Partai Republik Don Bacon, yang agaknya lebih tahu kondisi lapangan ketimbang Departemen Pertahanan sendiri, mengungkap bahwa Warsawa baru mengetahui pembatalan ini lewat telepon, setelah kejadian. "Mereka menelepon saya kemarin. Mereka tidak tahu, mereka terkejut," kata Bacon dalam sidang kongres tersebut. Ia menyebut langkah itu "tercela" dan "memalukan bagi negara kita." Kritik sepedas itu dari anggota partai yang sama dengan presiden petahana bukan hal yang sering terjadi di Washington.

Pertanyaannya: apakah ini keputusan yang berdiri sendiri, atau bagian dari sesuatu yang lebih besar?

Awal Mei, Pentagon sudah lebih dulu mengumumkan penarikan 5.000 pasukan dari Jerman, dengan tenggat penyelesaian enam hingga dua belas bulan. Pengumuman itu muncul seiring perselisihan sengit antara Donald Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz soal konflik AS-Israel di Iran, gesekan yang membuat hubungan transatlantik terasa makin rapuh.

Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz membaca kedua kejadian ini sebagai satu rangkaian. Bisa jadi pembatalan ke Polandia memang efek domino dari restrukturisasi pasukan di Jerman, bukan keputusan yang terpisah. Kalau logika itu benar, Eropa Timur kena imbasnya dua kali: pasukan berkurang di barat, tidak jadi bertambah di timur. Bak cermin retak dari kebijakan yang sama.

Trump sudah lama bersuara lantang soal ini. Ia ingin Eropa berhenti menggantungkan diri pada payung keamanan Amerika dan mulai menanggung beban pertahanannya sendiri. Pesan itu konsisten sejak sebelum ia kembali ke Gedung Putih. Yang berubah adalah kecepatan eksekusinya. Korban pertamanya: kepercayaan sekutu.

Presiden Finlandia menegaskan AS tidak akan cabut dari NATO meski ketegangan internal aliansi terus memanas. Pernyataan itu mungkin dimaksudkan menenangkan. Tapi buat Polandia yang baru saja ditinggal tanpa kabar, kata-kata optimistis dari Helsinki agaknya terasa kurang memuaskan dibanding satu brigade yang benar-benar berdiri di perbatasan timur.