RABU, 7 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Taiwan Bawa Pameran Teknologi Kesehatan ke Jenewa,...

Internasional

Taiwan Bawa Pameran Teknologi Kesehatan ke Jenewa, Lobi Balik Masuk WHO

Di tengah upaya diplomatik yang sudah berlangsung tahunan, Taiwan membawa kampanye kesehatannya langsung ke jantung Jenewa saat WHA ke-79 berlangsung, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada mitra internasional yang terus menyuarakan dukungan.

Taiwan shouldn't 'just wait passively' for WHA invite, minister says, as delegation prepares Geneva trip-News-Radio Taiwan International

Tepat saat delegasi dari 194 negara anggota berkumpul di Jenewa untuk Sidang Majelis Kesehatan Dunia ke-79 pada 18 Mei 2026, Taiwan hadir bukan sekadar penonton dari luar pagar. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan meluncurkan video promosi berdurasi tiga menit bertajuk "Taiwan Cares Beyond Borders" sekaligus menggelar "Taiwan Smart Medical and HealthTech Expo" untuk pertama kalinya di kota yang menjadi markas WHO itu.

Video tersebut tayang perdana dalam konferensi pers bersama yang dipimpin Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung dan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Shih Chung-liang pada 11 Mei lalu. Pesannya gamblang: Taiwan ingin dunia tahu apa yang bisa ditawarkannya di bidang kesehatan global. Bahwa pengecualian terhadap pulau ini dari WHO adalah kerugian bersama, bukan semata urusan politik bilateral dengan Beijing.

Langkah ini bukan tiba-tiba. Selama lebih dari dua dekade, Taiwan berjuang mendapatkan kursi pengamat di WHA, forum tahunan tertinggi di bawah WHO. Upaya itu sempat berhasil antara 2009 hingga 2016, lalu berhenti seiring memburuknya hubungan lintas Selat. Sejak saat itu, setiap musim WHA praktis jadi arena lobi diplomatik tersendiri bagi Taipei.

Pameran teknologi kesehatan di Jenewa kali ini agaknya cara paling konkret yang pernah dilakukan Taiwan untuk membuktikan argumennya. Alih-alih hanya merilis pernyataan dan surat dukungan, mereka membawa produk, sistem, dan inovasi medis langsung ke hadapan delegasi negara-negara anggota WHO. Ibarat membawa CV ke kantor perusahaan yang belum mau merekrut, setidaknya sang manajer kini tahu kualifikasinya.

MOFA juga secara resmi menyampaikan terima kasih kepada mitra internasional yang konsisten menyuarakan dukungan bagi partisipasi bermakna Taiwan di WHO. Dukungan itu umumnya datang dari negara-negara yang punya hubungan diplomatik atau semi-diplomatik dengan Taipei, termasuk Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa.

Bagi yang mengikuti isu ini, ada yang layak dicermati dari framing kampanye tahun ini. "Taiwan Cares Beyond Borders" bukan sekadar slogan kesehatan. Ini positioning geopolitik yang dikemas dalam bahasa kemanusiaan, dan Taiwan ingin diingat sebagai kontributor global, bukan sekadar objek sengketa teritorial yang belum selesai.

Kantor Perdagangan dan Ekonomi Taipei (TETO) di Jakarta menyebarkan keterangan pers ini pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sinyal bahwa Jakarta masuk dalam radar diplomasi kesehatan Taipei. Apakah Indonesia akan ikut bersuara di forum multilateral soal ini? Jawabannya masih menggantung.