SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Taat Bayar PBB di Kabupaten Serang, Bisa Berangkat...

Finansial

Taat Bayar PBB di Kabupaten Serang, Bisa Berangkat Umrah Gratis

Pemkab Serang undi dua wajib pajak PBB-P2 untuk berangkat umrah gratis akhir tahun ini, di tengah capaian kepatuhan yang sudah menyentuh 92 persen per September 2026.

Dorong WP Patuh Bayar PBB, Pemda Adakan Undian Berhadiah Umrah

Dua wajib pajak di Kabupaten Serang bakal berangkat ke Tanah Suci tanpa keluar biaya sepeser pun. Bukan karena keberuntungan semata, tapi karena mereka rajin bayar pajak bumi dan bangunan, bebas tunggakan, dan nama mereka muncul dalam undian yang digelar langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah di Pendopo Bupati, Senin (28/9/2026).

Program doorprize umrah ini bukan sekadar gimmick kampanye kepatuhan pajak. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang Lalu Farhan Nugraha menyebut, per September 2026 realisasi PBB-P2 sudah menyentuh 92 persen dari target tahunan. Masih ada tiga bulan tersisa. Farhan optimistis angka itu tembus 100 persen sebelum akhir tahun. "Alhamdulillah sebelum jatuh tempo kita sudah di angka yang cukup membanggakan," kata Farhan.

Selain dua pemenang utama, Pemkab menetapkan dua nama cadangan, antisipasi kalau pemenang pertama atau kedua tidak memenuhi syarat atau berhalangan berangkat. Verifikasi dilakukan ketat: pengecekan tunggakan, kondisi fisik, sampai kriteria administratif lainnya. Seluruh biaya ditanggung penuh oleh Pemkab melalui anggaran Bapenda. "Yang penting sehat, bawa pakaiannya, semua sudah kita siapkan," kata Farhan.

Bagi Ratu Zakiyah, program ini bukan soal apresiasi semata. Membayar pajak, tegasnya, adalah bentuk partisipasi nyata masyarakat dalam pembangunan daerah. Bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif. "Bagi saya tentu membayar pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi bagaimana masyarakat juga dapat berperan aktif, memberikan kontribusi yang nyata untuk pembangunan di daerah. Semakin banyak yang taat membayar pajak, semakin banyak pembangunan yang bisa kita lakukan," ujarnya. Penerimaan pajak daerah, kata Ratu Zakiyah, diarahkan ke sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Program ini juga bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-500 Kabupaten Serang.

Dari luar pemerintahan, respons terhadap program ini agaknya positif, tapi tidak tanpa catatan. Direktur Eksekutif Center for Development and Change (CDC) Wildan menilai inovasi ini layak diapresiasi karena memberikan penghargaan langsung kepada wajib pajak yang patuh. Namun ia mengingatkan agar substansi program tidak tenggelam di balik daya tarik hadiahnya. "Jangan sampai program ini hanya dipandang sebagai persoalan hadiah umrah. Substansi terbesarnya adalah membangun budaya sadar pajak," ujar Wildan.

CDC juga mendorong Bapenda untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan transparan. Dari kriteria peserta, proses pengundian, hingga sumber pembiayaan. Transparansi, kata Wildan, kunci agar kepercayaan publik terhadap program ini bertahan jangka panjang.

Farhan mengisyaratkan program ini akan terus berjalan dan kemungkinan diperluas. Tahun depan, jumlah penerima bisa bertambah kalau anggaran memungkinkan. Ia bahkan ingin sistemnya disempurnakan agar pemenang bisa langsung diberangkatkan di tahun yang sama saat mereka mendaftar. Bukan janji kosong, kalau melihat tren kepatuhan PBB Kabupaten Serang yang terus membaik.

Dua pemenang umrah tahun ini dijadwalkan berangkat akhir 2026. Pertanyaannya: berapa banyak wajib pajak di Kabupaten Serang yang tiba-tiba ingat bayar PBB setelah baca berita ini?