RABU, 14 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Suu Kyi Hidup atau Sudah Tiada? Junta Myanmar Teta...

Internasional

Suu Kyi Hidup atau Sudah Tiada? Junta Myanmar Tetap Bungkam

Tiga tahun tanpa kabar, keluarga dan diplomat asing semakin keras menuntut bukti keberadaan Aung San Suu Kyi. Putranya, Kim Aris, terang-terangan bilang ibunya "mungkin sudah meninggal."

Keberadaannya Misterius, Aung San Suu Kyi Sudah Meninggal?

Terakhir kali dunia melihat Aung San Suu Kyi, perempuan 81 tahun itu duduk di ruang sidang, menghadapi rentetan dakwaan yang dilayangkan junta militer Myanmar pada akhir 2022. Sejak momen itu, tidak ada lagi. Tidak ada foto yang bisa diverifikasi, tidak ada pernyataan, tidak ada akses bagi keluarga maupun pengacaranya.

Kekosongan itulah yang kini mendorong putra bungsunya, Kim Aris, berbicara lantang ke publik internasional. "Sejauh yang saya tahu, dia mungkin sudah meninggal," kata Aris, mengutip Reuters. Kalimat itu bukan dramatisasi. Ini cerminan ketidakpastian yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun.

Aris mengungkapkan ibunya menanggung sejumlah gangguan kesehatan serius: tulang, gigi, gusi, dan jantung. Usia 81 tahun hanya memperparah kekhawatiran itu. Yang membuat situasi kian suram, tidak seorang pun dari keluarga maupun tim pengacara diizinkan bertemu langsung dengannya sejak persidangan terakhir tersebut.

Dalam beberapa bulan ini Aris sudah mengelilingi sejumlah negara, mendorong para kepala negara menekan junta militer Myanmar agar memberikan "bukti bahwa dia masih hidup." Upaya itu rupanya tidak sepenuhnya diabaikan. PM India Narendra Modi dan utusan khusus PBB Julie Bishop dilaporkan sempat mengajukan pertanyaan langsung kepada Jenderal Senior Min Aung Hlaing soal kondisi Suu Kyi. Respons sang jenderal, yang belum lama ini mendeklarasikan diri sebagai Presiden Myanmar, konon dipenuhi kemarahan. Bukan klarifikasi.

Pada April lalu, otoritas militer mengklaim Suu Kyi telah dipindahkan dari penjara ke tahanan rumah. Klaim yang masih perlu dibuktikan, karena pada saat bersamaan mereka tetap menolak semua permintaan kunjungan dari diplomat asing. Sebuah foto beredar mengklaim menampilkan sosoknya, tapi keasliannya langsung dipertanyakan banyak pihak. Bukan transparansi. Hanya foto yang meragukan.

The Economist sampai menurunkan artikel berjudul "Is Aung San Suu Kyi Dead?" Pertanyaan yang sejujurnya tidak seharusnya perlu ditanyakan oleh media kelas dunia kepada sebuah pemerintahan yang mengklaim legitimate.

Ada satu detail kecil dari sumber Aris yang agaknya luput dari perhatian besar, tapi cukup menyayat. Anjing peliharaan Suu Kyi bernama Taichito mati pada Juni 2026 di rumah lamanya di Yangon. Hewan itu hadiah dari Aris ketika Suu Kyi dibebaskan dari penjara pada 2010, dan selalu mendampinginya hingga kudeta 2021 memisahkan mereka. "Saya rasa dia adalah hadiah terbaik yang pernah saya berikan. Dia sangat setia kepadanya," kata Aris.

Aris juga menyinggung kemungkinan kalkulasi politik di balik keheningan junta. Ia menduga Min Aung Hlaing menyimpan Suu Kyi sebagai semacam kartu, untuk dibebaskan atau dijadikan pion menjelang pemilihan umum yang dijanjikan. "Jika dia memang ingin menggunakan ibu saya untuk mencoba menenangkan masyarakat umum sebelum atau sesudah pemilihan umum, baik dengan membebaskannya atau menempatkannya dalam tahanan rumah, setidaknya itu akan menjadi sesuatu yang baik," kata Aris, dengan nada yang sulit dibedakan antara harapan dan sinisme.

Pemerintah sejumlah negara kawasan dan PBB terus mendesak junta agar membuka akses. Para diplomat menyebut konfirmasi soal kondisi Suu Kyi sebagai syarat minimum jika Myanmar ingin memperbaiki citra internasionalnya. Entah junta peduli atau tidak dengan citra itu, sampai sekarang jawabannya masih sama: diam.