KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Surat Bocah Sidoarjo untuk Prabowo: MBG dan Impian...

Ekonomi

Surat Bocah Sidoarjo untuk Prabowo: MBG dan Impian Upacara 17 Agustus

Alkhalifi Muhammad Marfen, siswa kelas 5 MI Darussalam Sidoarjo, menulis surat tangan untuk Presiden Prabowo, berterima kasih atas program Makan Bergizi Gratis sekaligus mengungkapkan impian hadir di upacara kemerdekaan Istana Negara.

Isi Surat Bocah SD Marfen Kepada Presiden Prabowo

Selembar surat tulis tangan dari bocah 11 tahun itu mendadak ramai diperbincangkan setelah diunggah di akun Instagram resmi Presiden Republik Indonesia, Minggu (17/5/2026). Penulisnya, Alkhalifi Muhammad Marfen, siswa kelas 5 MI Darussalam, Sidoarjo, tidak sedang mengerjakan tugas sekolah. Ia cuma ingin bilang terima kasih.

Dalam suratnya, Marfen mengungkapkan rasa syukur atas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah ia nikmati di sekolah. "Terima kasih bapak atas makan bergizi gratis. Saya senang menerimanya karena makanannya bergizi," tulisnya. Kepolosan yang sulit dibuat-buat.

Program MBG memang kerap jadi bahan perdebatan di kalangan ekonom soal efisiensi anggaran dan logistik distribusi. Bagi Marfen, agaknya semua itu terlalu jauh dari kesehariannya. Yang ia tahu: ada makanan bergizi menunggu di sekolah setiap pagi.

Tapi surat itu tidak berhenti di ucapan terima kasih. Ada satu impian yang Marfen tuliskan, dan jujur saja, cukup menyentuh. Ia ingin hadir langsung di upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Istana Negara, sesuatu yang selama ini hanya bisa ia saksikan dari layar televisi. "Saya sangat ingin bertemu dengan Bapak Presiden dan ikut upacara 17 Agustus 1945 di Istana Negara, karena cuma bisa melihat di TV," tulisnya.

Surat itu ia tutup dengan doa pendek. "Terima kasih Bapak Presiden, sehat selalu."

Dibaca dari kacamata kebijakan publik, surat semacam ini bisa jadi sinyal bahwa MBG setidaknya terasa nyata bagi sebagian penerimanya langsung, meski klaim itu masih perlu dibuktikan secara agregat lewat data cakupan dan kualitas gizi nasional. Sebagai narasi, sulit menyangkal efeknya. Pemerintah tampak sadar betul soal ini. Tidak sembarang konten naik ke kanal resmi kepresidenan.