Prototipe Su-57 versi dua tempat duduk akhirnya mengudara. Penerbangan perdana jet tempur generasi kelima Rusia dalam konfigurasi tandem seat ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Perdana Menteri Denis Manturov kepada kantor berita RIA Novosti, menjadikannya salah satu momen paling dinantikan dalam program aviasi tempur Moskow beberapa tahun belakangan.
Gambar-gambar dari uji terbang pertama kini beredar luas, memperlihatkan siluet Su-57 berkokpit tandem yang tampak berbeda jauh dari versi produksi satu kursi. Kanal Telegram Fighterbomber sebelumnya sudah melaporkan bahwa varian ini merampungkan uji coba darat, dan kini konfirmasi resmi datang langsung dari Manturov.
Bukan sekadar tambah kursi. Manturov menegaskan varian baru ini dirancang untuk dua peran: pesawat latih tempur, dan, yang lebih memancing perhatian kalangan pertahanan, sebagai pusat kendali tempur udara untuk operasi UAV serangan terkoordinasi. Su-57 tandem seat, dengan kata lain, disiapkan jadi "otak" yang mengorkestrasi kawanan drone di medan perang.
Konsep loyal wingman bukan barang baru. AS sudah jauh melangkah lewat program CCA (Collaborative Combat Aircraft), dan Rusia kini tampak mempercepat ambisi serupa. Bedanya kentara: Washington memilih platform baru, Moskow memodifikasi yang sudah ada. Pertanyaannya, mana yang lebih cepat matang di lapangan?
Soal nama resmi, laporan media menyebut dua kandidat, Su-57D atau Su-57UB. Belum ada konfirmasi final dari Sukhoi maupun Kementerian Pertahanan Rusia, dan situasi ini agaknya belum akan berubah dalam waktu dekat.
Manturov juga menyebut pengembangan varian ini lahir dari dua kebutuhan sekaligus: permintaan internal Angkatan Udara Rusia dan persyaratan ekspor. Poin terakhir patut dicermati. Beberapa negara yang selama ini melirik Su-57 untuk portofolio alutsistanya bisa jadi tertarik pada versi tandem yang menawarkan kapabilitas lebih luas, termasuk konversi pilot dan integrasi doktrin drone.
Su-57 memang sudah lama menjadi simbol ambisi Rusia di kelas jet siluman generasi kelima, meski program ini tak lepas dari catatan panjang: keterlambatan berulang, dan keluarnya India dari proyek bersama lebih dari satu dekade silam. Penerbangan perdana varian tandem seat ini setidaknya memberi sinyal bahwa program Su-57 masih bergerak maju, sementara industri pertahanan Moskow terus dipaksa berlari oleh ritme perang yang belum reda.