MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Stok Beras Bulog Rekor, Wacana Tunjangan ASN Kemba...

Ekonomi

Stok Beras Bulog Rekor, Wacana Tunjangan ASN Kembali Mencuat

Cadangan beras pemerintah tembus 5,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Bulog kini mempertimbangkan menghidupkan kembali program tunjangan beras untuk ASN, TNI, dan Polri sebagai salah satu solusi distribusi.

Gubernur Jambi sambut wacana tunjangan beras untuk ASN - ANTARA News Jambi

Stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikuasai Perum Bulog kini mencapai 5,3 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Angka itu diumumkan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau Gudang Romokalisari di Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Dengan surplus sebesar itu, pertanyaannya bukan lagi soal stok cukup atau tidak. Beras ini mau diapakan?

Salah satu wacana yang kembali mencuat adalah program tunjangan beras untuk aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri, skema lama yang sempat tenggelam bertahun-tahun. Respons dari daerah, setidaknya dari Jambi, tergolong hangat. Gubernur Al Haris terang-terangan menyambut gagasan ini. "Sepanjang itu baik untuk ASN kita, saya kira tidak masalah, kita harap beras lokal ini kita akan gunakan untuk kebutuhan (lokal)," katanya.

Bukan sekadar keinginan seremonial. Jambi punya kalkulasinya sendiri.

Per 7 Mei 2026, stok cadangan beras di provinsi itu tercatat 11.507 ton, cukup untuk menopang kebutuhan pangan lokal hingga lima bulan. Penyerapan gabah kering panen dari petani lokal berjalan di harga Rp6.500 per kilogram, sesuai Instruksi Presiden. Kapasitas produksi beras Jambi memang baru menyentuh 71 persen dari kebutuhan populasinya, sisanya masih harus ditambal dari luar daerah. Tapi Al Haris agaknya melihat program ini bukan sebagai solusi instan, melainkan sinyal harga yang bisa memacu petani untuk mendorong produktivitas lebih tinggi. "Artinya kita berharap beras lokal Jambi yang sudah banyak dibeli oleh Bulog, kembali (untuk masyarakat) ke Jambi lagi," tambahnya.

Pimpinan Bulog wilayah Jambi Wiwin Indratno menyebut koordinasi lintas lembaga, mulai dari TNI, dinas pertanian, hingga penyuluh lapangan, sudah diintensifkan untuk memastikan penyerapan gabah berjalan lancar. "Kita tegak lurus mendukung seluruh kebijakan yang diputuskan oleh pusat, siap intinya," kata Wiwin.

Di level nasional, surplus yang kini sulit dibayangkan lima tahun lalu itu menjadi tekanan tersendiri bagi manajemen distribusi Bulog. Program tunjangan beras, kalau jadi direalisasikan, bisa menjadi katup pelepas yang mengalirkan stok ke segmen paling terprediksi: jutaan ASN dan anggota TNI-Polri di seluruh penjuru negeri.

Apakah itu cukup untuk menyerap 5,3 juta ton? Bisa jadi tidak. Tapi arahnya, setidaknya, sudah mulai kelihatan.