SENIN, 28 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Stimulus Rp26,34 Triliun Disiapkan, Pemerintah Kla...

Ekonomi

Stimulus Rp26,34 Triliun Disiapkan, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Masih di Jalur Positif

Di tengah gejolak global yang masih membebani banyak negara, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal pertama 2026, melampaui rata-rata ASEAN, sembari meluncurkan paket stimulus senilai Rp26,34 triliun untuk menopang daya beli semester kedua.

Kemenko Perekonomian: Fundamental ekonomi RI tetap terjaga

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I 2026 tercatat 5,61% secara tahunan, melampaui proyeksi sejumlah lembaga internasional sekaligus berada di atas rata-rata negara-negara ASEAN. Bukan angka yang datang begitu saja, eh, bukan angka yang jatuh dari langit. Di baliknya ada deretan indikator yang agaknya memang menunjukkan ketahanan lebih solid dibanding banyak ekonomi sebaya.

Inflasi Mei 2026 terjaga di 3,08 persen, masih dalam rentang sasaran. Indeks keyakinan konsumen bertengger di atas 120, level yang cukup untuk menopang konsumsi domestik. PMI manufaktur kembali ke zona ekspansi di angka 50. Cadangan devisa per Mei 2026 mencapai USD144,9 miliar, setara 5,6 bulan impor. Tidak main-main, terutama bila dibaca dalam konteks tekanan kurs yang menghantam banyak ekonomi berkembang belakangan ini.

"Kita juga menjaga inflasi, inflasi kita di bulan Mei ini sekitar 3%. Kemudian kita bisa menjaga domestic demand di mana indeks keyakinan konsumennya masih di atas 100 bahkan 120. PMI manufaktur masih di angka 50. Cadangan devisa Mei ini sekitar USD144,9 miliar. Jadi relatif perekonomian masih dalam track yang positif," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Economic Update CNBC Indonesia, Senin (29/6).

Untuk menjaga momentum semester II, pemerintah meluncurkan paket stimulus senilai Rp26,34 triliun. Paket ini mencakup bantuan pangan beras bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan, subsidi stabilisasi harga kedelai bagi pelaku usaha tahu dan tempe, serta diskon transportasi untuk moda udara, kereta api, dan angkutan laut kelas ekonomi. Pemerintah juga menyisipkan insentif konsumsi untuk masa libur sekolah serta momen Natal dan Tahun Baru. Bak menjaga api agar tidak padam sebelum musim berubah.

Dari sisi tenaga kerja, Juli 2026 menjadi batas waktu peluncuran program magang nasional bagi angkatan kerja muda, dengan durasi enam bulan dan dukungan insentif dari pemerintah. Bersamaan dengan itu, sekitar 220 ribu lulusan SMK akan masuk program vokasi dan reskilling, termasuk untuk peluang kerja di pasar internasional. Kalau berhasil dieksekusi dengan benar, ini bisa jadi salah satu jawaban struktural atas isu klasik yang sudah bertahun-tahun menghantui pasar tenaga kerja kita.

Perundingan IEU-CEPA ditargetkan diratifikasi tahun ini, dengan potensi sekitar 90 persen produk Indonesia masuk pasar Uni Eropa dengan tarif nol persen. Indonesia juga tengah memproses aksesi ke CPTPP dan OECD, dua forum yang kerap dijadikan tolok ukur kualitas kebijakan ekonomi suatu negara.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso memberi konteks yang cukup jujur. "Fundamental ekonomi kita sebenarnya sangat kuat. Kalau sekarang ada permasalahan terkait trust atau kepercayaan investor, maka kita perlu bersama-sama menjelaskan kondisi yang sebenarnya dan membangun optimisme terhadap perekonomian Indonesia," ujarnya.

Pernyataan itu secara tidak langsung mengakui gap antara data makro yang terlihat sehat dengan sentimen investor yang belum sepenuhnya pulih. Realisasi investasi triwulan I hampir menyentuh Rp500 triliun. Kebijakan DHE SDA yang mewajibkan devisa hasil ekspor dari sektor tambang, perkebunan, kehutanan, dan perikanan masuk ke sistem keuangan domestik diharapkan memperkuat likuiditas valas sekaligus meredam volatilitas kurs. Pertanyaannya: seberapa cepat pasar mau percaya pada narasi ini?

Airlangga menutup dengan nada yang cukup agresif ke pelaku usaha. "Dalam situasi seperti ini biasanya capital goods itu menjadi sangat kompetitif atau relatif murah. Jadi kesempatan seperti ini tidak datang dua kali," tegasnya. Klaim yang masih harus dibuktikan di lapangan, tapi sinyal dari pemerintah sudah gamblang.