JUMAT, 9 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Sterling Tertekan, Citi Pasang Mode Bearish Jelang...

Internasional

Sterling Tertekan, Citi Pasang Mode Bearish Jelang Burnham Resmi Pimpin Inggris

Citi mengambil posisi bearish taktis terhadap pound sterling di tengah kepastian Andy Burnham bakal menjadi perdana menteri Inggris, menggantikan Keir Starmer yang mundur setelah kekalahan di pemilihan lokal.

Andy Burnham Berpeluang Besar Jadi Perdana Menteri Inggris

Pasar mata uang sudah bergerak bahkan sebelum Andy Burnham resmi dilantik. Citi mengambil posisi bearish taktis terhadap pound sterling, sinyal bahwa transisi kepemimpinan di Downing Street sudah masuk kalkulasi pelaku pasar global, dan belum tentu dibaca sebagai sentimen positif.

Burnham, Wali Kota Manchester Raya, mengklaim telah mengantongi 322 nominasi dari 403 anggota parlemen Partai Buruh hanya dalam sehari pertama masa pencalonan dibuka, Kamis (9/7/2026). Satu nominasi lagi cukup untuk memastikan tak ada kandidat lain yang mampu memenuhi ambang batas minimal 81 dukungan guna ikut berkontestasi. Bukan perebutan. Lebih mirip penobatan.

"Semuanya mulai terasa sangat nyata," kata Burnham dalam video singkat saat mengumumkan pencalonannya, nada yang agaknya menggambarkan kecepatan dinamika ini bahkan bagi dirinya sendiri.

Masa pengajuan nominasi ditutup 16 Juli. Jika tidak ada kejutan, Burnham dijadwalkan ditetapkan sebagai pemimpin Partai Buruh pada 17 Juli, lalu dilantik sebagai perdana menteri pada 20 Juli 2026. Jadwal padat, tapi Labour tampaknya memang ingin segera membalik halaman.

Perjalanan menuju sini tidak sepenuhnya mulus bagi partai. Keir Starmer mengumumkan mundur pada Juni 2026 menyusul hasil pahit di pemilihan lokal Mei lalu, yang memicu tekanan dari dalam agar dilakukan pergantian kepemimpinan. Al Carns, mantan wakil menteri pertahanan yang sempat disebut-sebut sebagai kandidat potensial, memilih minggir dari persaingan pada Rabu (8/7/2026). Praktis, tidak ada penantang serius yang tersisa.

Sejumlah anggota parlemen Labour mengaku belum sempat menyerahkan nominasi pada hari pertama, tapi menyatakan akan mendukung Burnham begitu sidang parlemen kembali bergulir Senin (13/7/2026). Aritmatika, pada titik ini, hanya soal formalitas.

Pasar punya caranya sendiri untuk merespons semua ini. Posisi bearish taktis Citi terhadap sterling bisa dibaca sebagai cerminan ketidakpastian jangka pendek: seberapa cepat Burnham mampu menstabilkan arah kebijakan ekonomi, seberapa besar risiko divergensi dari jalur yang sudah ditempuh Starmer, seperti apa postur fiskal pemerintahan berikutnya. Pertanyaan-pertanyaan yang belum punya jawaban sebelum 20 Juli, kalau data ini bisa dijadikan patokan.

Bagi investor dengan eksposur ke aset sterling, dua minggu ini patut diperlakukan lebih serius dari sekadar pergantian nama di Downing Street.