Dua tahun Sony mempertahankan sistem continuous optical zoom pada lini Xperia 1. Kini mereka balik arah.
Xperia 1 VIII, yang diumumkan 13 Mei 2026, hadir dengan kamera telefoto fixed focal length 70mm. Bukan zoom kontinu lagi. Sebagai gantinya, Sony memasang sensor 1/1,56 inci beresolusi 48MP di modul telefoto tersebut, naik drastis dari Xperia 1 VII yang hanya mengandalkan sensor 1/3,5 inci dengan resolusi 12MP. Empat kali lebih besar. Bukan klaim kecil.
Logika di balik perpindahan ini agaknya masuk akal. Dengan resolusi 48MP dan sensor yang lebih luas, Sony mengandalkan zoom digital berbasis resolusi tinggi untuk menggantikan fleksibilitas zoom optik kontinu. Aperture f/2.8 dipadu teknologi RAW multi-frame processing yang kini bekerja di seluruh tiga kamera belakang, semuanya beresolusi 48MP: kamera utama 24mm dengan sensor 1/1,35 inci dan aperture f/1.9, kamera ultrawide 16mm f/2.0, serta telefoto 70mm tadi. Kamera depan 12MP mendukung perekaman video 4K.
Apakah trade-off ini sepadan? Itu yang patut dicermati para calon pembeli.
Sony juga menyematkan AI Camera Assistant berbasis platform Xperia Intelligence. Sistem ini menganalisis kondisi pemotretan, mulai dari cuaca, objek, hingga tingkat pencahayaan, lalu merekomendasikan pengaturan kamera secara otomatis termasuk pilihan lensa, tone warna, dan efek bokeh. Rekomendasi tersebut terhubung dengan Creative Look, profil warna yang terinspirasi dari kamera Alpha Sony. Bagi yang tidak ingin pusing dengan manual setting, fitur ini jelas menjadi nilai tambah.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 menjadi otaknya. Chipset 3nm ini diklaim membawa peningkatan performa CPU hingga 20 persen dan GPU 23 persen lebih kencang dibanding generasi sebelumnya. Tersedia dalam konfigurasi RAM 12GB atau 16GB LPDDR5X dengan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB. Slot microSD dengan dukungan hingga 2TB masih ada di sini, sesuatu yang semakin langka di kelas flagship premium.
6,5 inci. Segitu ukuran panel OLED LTPO-nya, dengan refresh rate adaptif 1-120Hz dan resolusi FHD+ 1080x2340 piksel. Bukan 4K seperti era Xperia lawas, tapi Sony menggantinya dengan Creator Mode dan cakupan warna 100% DCI-P3. Gorilla Glass Victus 2 melapisi panel tersebut. Desain pun berubah total: Sony menyebutnya ORE design, terinspirasi tekstur material alam dan batu permata mentah. Modul kamera belakang kini berbentuk kotak di pojok kiri atas, berbeda dari susunan vertikal khas Xperia generasi sebelumnya. Hadir dalam empat warna: Graphite Black, Iolite Silver, Garnet Red, dan Native Gold.
Beberapa hal tetap dipertahankan Sony, dan justru ini yang membedakan Xperia dari lautan flagship Android lainnya. Jack audio 3,5mm masih ada. Tombol shutter fisik dua tahap masih ada. Speaker stereo simetris kiri-kanan yang kini diklaim menghasilkan bass lebih dalam dan soundstage lebih luas juga tetap ada, dengan dukungan Dolby Atmos, 360 Reality Audio, dan DSEE Ultimate.
Baterai 5.000mAh. Fast charging 30W via kabel, plus wireless charging. Angka charging-nya memang tidak se-agresif kompetitor China di kelas yang sama, tapi Sony berargumen kesehatan baterai jangka panjang lebih diprioritaskan, dengan klaim baterai tetap sehat hingga empat tahun. Perangkat juga bersertifikasi IP65/IP68, mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, dan USB 3.2.
Soal harga: varian standar 256GB dibanderol 1.499 euro atau sekitar Rp30,7 juta. Edisi eksklusif Native Gold 1TB dipasarkan seharga 1.999 euro, sekitar Rp41 juta. Pre-order dibuka mulai 13 Mei 2026, dan pembeli varian standar selama periode awal mendapatkan bonus headphone Sony WH-1000XM6. Pengiriman dijadwalkan mulai Juni 2026.
Di segmen flagship yang semakin sesak, Sony memilih jalan sendiri. Entah kebetulan atau tidak, justru di saat semua orang berlomba mengejar zoom optik panjang, Xperia 1 VIII malah mundur ke focal length tetap dan mempertaruhkan segalanya pada ukuran sensor. Bisa jadi itu keputusan brilian. Bisa jadi juga taruhan yang mahal.