SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Sony Xperia 1 VIII: Flagship Anti-Mainstream yang...

Tekno

Sony Xperia 1 VIII: Flagship Anti-Mainstream yang Langsung Tersandung Kontroversi AI

Sony meluncurkan Xperia 1 VIII dengan desain kamera baru dan fitur AI Camera Assistant, tapi justru panen kritik di media sosial karena hasil foto yang dinilai tidak natural dan over-exposed.

Sony Xperia 1 VIII finally fixes Sony's biggest problem

Sony Xperia 1 VIII belum genap seminggu diumumkan, sudah ramai diperbincangkan, dan bukan karena alasan yang menyenangkan bagi tim marketing Sony.

Flagship terbaru dari Jepang ini hadir dengan pembaruan besar, terutama di sektor kamera. Modul belakangnya dirombak total. Sensor telefoto periskop kini pindah posisi ke sisi paling bawah, agaknya karena dimensinya yang jauh lebih besar dari generasi sebelumnya. Sensor telefoto baru berukuran 1/1,56 inci, hampir empat kali lipat dibanding pendahulunya, dan sudah mendukung kemampuan telemakro. Dua lensa lainnya tetap hadir: ultrawide 50MP f/2.0 16mm dan sensor utama Exmor T 50MP f/1.9 24mm berukuran 1/1.35 inci, lengkap dengan coating T* dan optik ZEISS.

Hardware-nya terasa matang. Yang jadi soal adalah fitur barunya: AI Camera Assistant.

Sony memperkenalkan kemampuan ini sebagai bagian dari platform Xperia Intelligence, sistem yang secara otomatis mengenali skenario dan objek, lalu menyarankan opsi warna agar foto terlihat lebih menarik. Konsepnya solid di atas kertas. Tapi begitu sampel foto beredar di media sosial, reaksi yang muncul justru sebaliknya. Foto-foto itu tampak kurang natural, beberapa over-exposed, sebagian lagi pucat.

Kritik tidak datang hanya dari warganet biasa. Carl Pei, CEO Nothing, ikut nimbrung lewat akun X pribadinya dan melempar dugaan yang cukup pedas: Sony disebut mungkin sengaja membiarkan konten tersebut tetap tayang demi engagement. Tuduhan yang bisa jadi berlebihan, tapi cukup untuk memperkeruh suasana.

Menariknya lagi, Sony tidak menurunkan unggahan tersebut. Baik di akun X resmi maupun Instagram mereka, konten itu masih terpampang hingga saat ini. Entah keputusan strategis atau sekadar kelalaian komunikasi, hasilnya sama: percakapan di internet terus bergulir.

Di luar kontroversi itu, Xperia 1 VIII sebenarnya menawarkan proposisi yang cukup unik di lanskap flagship 2026. Saat hampir semua kompetitor sudah lama membuang slot microSD dan headphone jack 3.5mm, Sony masih mempertahankan keduanya. Bukan main. Bezel tebal di sisi atas dan bawah yang kerap jadi bahan olok-olok justru menyumbang manfaat nyata: speaker stereo simetris dengan volume lebih kencang dan ruang untuk kamera selfie yang tidak memotong layar.

Dapur pacunya Snapdragon 8 Elite Gen 5, berpasangan dengan Android 16, sama persis dengan sejumlah kompetitor di kelasnya. Baterai 5.000mAh diklaim mampu bertahan dua hari, meski klaim itu masih perlu diverifikasi lewat pengujian dunia nyata, bukan sekadar janji slide presentasi. Kalau data pabrikan bisa dipercaya begitu saja, tentu semua ponsel juara.

Oppo Find X9 Ultra adalah pembanding paling relevan saat ini. Harganya sedikit lebih tinggi, mulai dari £1.449, dibanding Xperia 1 VIII yang dibuka dari £1.399 untuk varian 256GB. Tapi Oppo datang dengan argumen yang agresif: lima kamera belakang dengan kamera utama 200MP aperture f/1.5, telefoto 200MP, periskop 50MP zoom 10x, ultrawide 50MP, plus satu kamera khusus true colour untuk akurasi white balance. Dan baterainya 7.050mAh, kapasitas yang membuat angka 5.000mAh Sony terasa biasa saja.

Xperia 1 VIII dijadwalkan tersedia secara resmi pada pertengahan Juni 2026. Pertanyaan yang lebih relevan buat calon pembelinya mungkin bukan soal spesifikasi: apakah Sony akan merilis update yang memperbaiki AI Camera Assistant sebelum perangkat ini benar-benar sampai ke tangan pengguna?