Shawn Layden punya pandangan yang agak berlawanan dengan arah terkini Sony. Mantan bos PlayStation America itu secara terbuka menyebut bahwa membawa game PlayStation ke PC tidak benar-benar menggerus penjualan konsol, sebuah argumen yang selama ini jadi kekhawatiran utama internal Sony ketika mempertimbangkan ekspansi ke platform lain.
Tapi sinyal dari Sony sendiri bicara lain. Setelah beberapa tahun cukup agresif melempar judul-judul eksklusif PS ke PC, mulai dari God of War hingga Returnal, raksasa elektronik Jepang itu tampaknya sedang menarik rem. Komunitas gamer yang sudah terbiasa menunggu "giliran" versi PC kini mulai bertanya-tanya apakah pola itu akan berlanjut.
Agaknya tidak.
Sony seperti berhitung ulang. Setelah periode ekspansi yang cukup panjang, prioritas kini bergeser kembali ke perlindungan ekosistem PS5. Logikanya sederhana secara bisnis: kalau game terbaik PlayStation bisa dimainkan di PC, apa insentif seseorang membeli konsolnya? Pertanyaan yang tampaknya kini dijawab serius oleh manajemen Sony, bukan lagi sekadar dilontarkan di ruang rapat.
Yang menarik dari pernyataan Layden adalah framing berbeda yang ia tawarkan. Port PC ia pandang lebih sebagai alat promosi merek ketimbang ancaman kanibalisasi. Filosofi itulah yang pernah jadi landasan ketika Sony pertama kali membuka pintu ke Steam: bukan soal cuan langsung dari penjualan PC, melainkan memperkenalkan IP PlayStation ke audiens lebih luas, lalu berharap sebagian dari mereka akhirnya beli PS5.
Strategi itu, kini, tampaknya tidak lagi cukup meyakinkan. Sony lebih memilih menjaga eksklusivitas sebagai pembeda utama konsolnya di pasar yang makin sesak. Entah kebetulan atau tidak, pergeseran ini terjadi tepat ketika PS5 sudah memasuki fase matang siklus hidupnya dan Sony perlu menjaga momentum penjualan hardware. Dua tekanan sekaligus, bak pedang bermata dua.
Bagi gamer PC yang selama ini sabar menunggu port dari judul-judul besar PlayStation, ini kabar yang tidak enak didengar. Spider-Man atau Horizon di rig andalan mereka mungkin akan semakin jarang mampir, atau setidaknya tunggunya makin panjang. Layden boleh saja bilang port PC tidak merusak apa-apa. Sony agaknya sudah tidak mau mendengar.